Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kedengkian melahirkan keinginan untuk melihat hilangnya nikmat dari tangan orang lain.

Islam Mengutamakan Empati daripada Ejekan

Hubungan antarmanusia dalam Islam dibangun berlandaskan kasih sayang dan ukhuwah. Al-Qur'an secara tegas melarang tindakan mengolok-olok sesama, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hujurat ayat 11.

Ayat tersebut mengingatkan manusia agar tidak merasa lebih suci karena derajat kemuliaan di sisi Allah SWT tidak pernah ada yang tahu.

Imam Al-Qurthubi dalam Jami’ li Ahkam Al-Qur’an menambahkan bahwa merasa gembira atas musibah sesama Muslim melanggar semangat persaudaraan.

Perspektif Psikologi Modern: Schadenfreude

Fenomena syamatah rupanya sejalan dengan konsep psikologi modern yang dikenal dengan istilah schadenfreude. Istilah dari bahasa Jerman ini bermakna kesenangan yang timbul akibat kemalangan orang lain.

Penelitian Van Dijk dalam jurnal Cognition and Emotion memaparkan bahwa schadenfreude kerap muncul saat seseorang merasa terancam atau bersaing.

Buku Mengenal Schadenfreude dan Glücksschmerz karya Achmad Syahid dan tim UIN Jakarta juga menyebutkan sifat ini mengikis empati sosial.

Dampak Buruk dan Langkah Menghindari Syamatah

Syamatah terbukti merusak keharmonisan sosial sekaligus menghancurkan ketenangan jiwa pelakunya. Orang yang memelihara sifat ini akan hidup dalam kecemasan dan persaingan yang tiada habisnya.

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Abu Dawud mengingatkan bahwa hasad dapat memakan pahala kebaikan laksana api melahap kayu bakar.

Untuk membersihkan hati, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyarankan beberapa latihan spiritual.

Langkah pertama adalah memperbanyak rasa syukur atas nikmat pribadi agar fokus tidak teralih pada kehidupan orang lain.

>>> Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2.711.000 per Gram pada 13 Juni 2026

Langkah kedua adalah membiasakan diri mendoakan kebaikan bagi sesama, termasuk orang yang kurang disukai. Terakhir, kurangi kebiasaan membandingkan pencapaian hidup melalui media sosial agar batin tetap tenang.