Generasi Z dan Cara Bertahan

Fenomena ini mencerminkan pola komunikasi generasi Z. Banyak dari mereka lebih nyaman berbagi dengan teman sebaya atau melalui ruang digital dibandingkan dengan orang dewasa.

Privasi, rasa takut, dan ketidakpercayaan sering membuat mereka menahan cerita. Bagi remaja perempuan 3T yang merantau, situasi ini semakin kompleks karena jarak dengan keluarga dan tekanan sosial.

Pendidikan tidak cukup hanya fokus pada aspek akademik. Perlu mencakup nilai kesetaraan, perlindungan, dan kemanusiaan.

Ruang aman, pendampingan psikologis, dan pendidikan kesetaraan gender menjadi sangat penting.

Peran pendidik pun perlu bergeser. Mendengar tidak selalu berarti memaksa seseorang bercerita.

Terkadang, yang lebih penting adalah memastikan mereka memiliki ruang dan akses untuk berbicara ketika siap.

Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa di balik banyak cerita yang tidak terdengar, ada realitas yang perlu dipahami dengan empati.

Seperti bunga liar yang butuh ruang tumbuh, remaja perempuan membutuhkan lingkungan aman untuk berkembang.

>>> Bea Cukai Tetapkan Sopir Truk Tersangka Peredaran Jutaan Rokok Ilegal

Langkah kecil yang bisa dilakukan adalah memastikan mereka tidak sendirian. Ketika akhirnya mereka memilih bersuara, harus ada yang siap mendengar.