Respons Bank KBMI 1

Sejumlah bank kecil mulai menyusun penyesuaian strategi pendanaan. Langkah tersebut mencakup rencana kenaikan suku bunga simpanan dalam waktu dekat.

>>> Ronaldo Nazario Jagokan Spanyol dan Prancis Juara Piala Dunia 2026

PT Bank Ina Perdana Tbk bersiap mengerek suku bunga simpanan. Direktur Utama Bank INA Henry Koenaifi mengatakan kebijakan itu sudah tidak bisa dihindari.

"Bank INA akan menaikkan bunga sesuai kenaikan bunga BI, kalau tidak sebagian dana mungkin akan pergi," ujar Henry, Jumat (12/6/2026).

Per April 2026, DPK Bank INA mencapai Rp 27,79 triliun, naik 40% secara tahunan. Deposito mendominasi dengan porsi 53,62%.

PT Bank Neo Commerce Tbk juga mulai memetakan penataan ulang strategi likuiditas. Manajemen bank digital ini sepakat bahwa kenaikan BI Rate memicu perebutan dana masyarakat yang lebih agresif.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus menjaga stabilitas DPK melalui penyesuaian suku bunga secara selektif.

"Bank Neo Commerce akan terus memantau dinamika dan bila diperlukan akan melakukan penyesuaian strategi secara prudent dan terukur," jelasnya.

Eri menambahkan bahwa Bank Neo Commerce akan memaksimalkan diversifikasi sumber pendanaan dan mendorong keaktifan nasabah bertransaksi.

Hingga April 2026, DPK Bank Neo tercatat Rp 13,14 triliun, turun 1,05% yoy, dengan deposito mendominasi 68,51%.

PT Bank Oke Indonesia Tbk juga membuka peluang mengkaji seluruh opsi strategis, mulai dari penyesuaian bunga simpanan hingga merger.

Hingga April 2026, DPK OK Bank mencapai Rp 8,93 triliun, tumbuh 30,71% yoy, dengan deposito 78,84%.

"Kami mempertimbangkan semua opsi strategis, termasuk peluang merger, akuisisi, kerja sama strategis, maupun alternatif korporasi lainnya.

>>> Pemerintah India Batasi Pembelian Solar untuk Konsumen Besar di SPBU

Namun hingga saat ini belum terdapat keputusan atau rencana yang dapat kami sampaikan kepada publik," ucap perwakilan manajemen.