Suku bunga tinggi menjaga biaya pinjaman mahal dan berpotensi menekan permintaan energi global.

Koreksi harga energi saat ini diperkirakan bersifat taktikal dalam jangka pendek hingga menengah. Pasar berpeluang memasuki fase konsolidasi hingga akhir kuartal III 2026 sambil menunggu realisasi ekspektasi.

Dengan asumsi kesepakatan damai AS-Iran terealisasi, harga minyak WTI diperkirakan stabil di US$ 78-83 per barel hingga September 2026.

Minyak Brent diproyeksikan di US$ 81-86 per barel, dan gas alam AS di US$ 2,8-3,3 per MMBtu.

>>> Aksi Dua Kakek India Masak Nasi Lemak Porsi Jumbo Viral

Tekanan dari melimpahnya persediaan gas alam diperkirakan mulai diimbangi oleh peningkatan permintaan musiman dari sektor pembangkit listrik seiring cuaca panas ekstrem di belahan bumi utara.