PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat.

Kapal tersebut kini melanjutkan perjalanan menuju Indonesia untuk mendukung distribusi minyak mentah dan ketahanan energi nasional.

>>> Margaret Cho Olok-Olok Lindsey Graham Sesaat Setelah Kematiannya

Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan bahwa keberhasilan ini menyusul kapal Gamsunoro yang lebih dulu keluar dari kawasan Teluk Arab.

“Dengan demikian, kedua kapal milik PIS yang sempat tertahan sejak Maret lalu kini dapat kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa,” ujar Vega dalam keterangan resminya.

Pertamina Pride mulai bergerak dari kawasan Teluk Arab pada Selasa (7/7) pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB.

Kapal kemudian berhasil melewati area kritis dan melintasi Selat Hormuz pada Rabu (8/7) pukul 00.15 WIB.

Menurut Vega, keputusan melintasi jalur pelayaran tersibuk di dunia itu diambil setelah melalui penilaian risiko yang ketat.

PIS mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari perlindungan asuransi, kesiapan teknis dan operasional kapal, faktor keamanan, hingga kesiapan awak kapal.

Selama proses pelayaran, pergerakan kapal dipantau 24 jam melalui pusat krisis (crisis center) PIS.

>>> FIFA Buka Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 dengan Format 64 Tim

Tim di darat juga terus berkoordinasi dengan awak kapal guna memastikan keselamatan pelayaran.

PIS menyatakan seluruh awak kapal Pertamina Pride berada dalam kondisi aman.

Kapal berkapasitas angkut sekitar 2 juta barel minyak mentah tersebut kini melanjutkan pelayaran menuju Kilang Cilacap, Jawa Tengah, untuk memasok kebutuhan minyak mentah dalam negeri.

Perusahaan memperkirakan Pertamina Pride akan menempuh perjalanan sekitar 15 hari dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.

PIS juga menyatakan akan terus memantau perkembangan keamanan di jalur pelayaran internasional serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.

>>> Alisson Becker Buka Suara Usai Brasil Tersingkir, Isyaratkan Ingin Main di Piala Dunia 2030

Vega turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, serta berbagai pihak yang telah mendukung proses kepulangan kedua kapal tersebut.