Kemiskinan ekstrem membentuk luka batin anak secara perlahan. Sekolah mungkin tidak bermaksud menekan, tetapi sistem belum sepenuhnya ramah bagi anak dari keluarga miskin ekstrem.

Kompasianer Medi Juniansyah menegaskan bahwa pendidikan gratis hanya terjadi di atas kertas. Bagi keluarga miskin, buku dan pulpen bukan hal sepele, melainkan kemewahan yang memicu tekanan emosional.

"Jangan sampai kalimat 'molo mama' kembali terulang dari sudut negeri yang lain, hanya karena kita terlambat mendengar jeritan sunyi anak-anak yang seharusnya kita jaga bersama," tulis Medi Juniansyah.

>>> Sunny Kids Luncurkan Kartu Biru untuk Penyandang Hidden Disabilities

Pendidikan yang adil dan manusiawi menuntut kolaborasi semua pihak agar tidak ada lagi anak yang kehilangan harapan hanya karena kemiskinan dan abainya sistem.