Tujuannya agar harga mobil listrik terjangkau bagi konsumen kelas menengah.

"Kami ingin menawarkan mobil yang bersih, terjangkau, dan berteknologi mutakhir kepada masyarakat kelas menengah Eropa," demikian pernyataan mereka.

Bukan Langkah Proteksionisme Total

Saat ini sekitar 26% kendaraan yang beredar di pasar Uni Eropa merupakan produk impor.

Meski mendorong kandungan lokal tinggi, ketiga produsen menjamin usulan ini bukan bentuk penutupan akses perdagangan global.

"Eropa tidak sedang menutup diri. Eropa hanya menghentikan tren semakin banyaknya alih daya produksi industri ke negara-negara ketiga," tegas mereka.

>>> Yulfiati Ardini, 71 Tahun, Raih Gelar Sarjana Kebidanan Cumlaude

Penerapan kebijakan baru ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing manufaktur regional, memproteksi lapangan kerja, serta mempercepat kemandirian ekosistem kendaraan listrik dari tekanan persaingan global.