Volkswagen, Stellantis, dan Renault Desak Regulasi Made in Europe
Volkswagen, Stellantis, dan Renault mendesak Uni Eropa untuk segera menerapkan aturan penyederhanaan regulasi bertajuk "Made in Europe".
Ketiga perusahaan yang menguasai sekitar 60% produksi mobil di Eropa itu mengirimkan surat bersama kepada anggota Parlemen Eropa.
>>> Justin Hubner Resmi jadi Mualaf Demi Menikah dengan Jennifer Coppen
Dalam surat tersebut, mereka mengusulkan agar minimal 70% kendaraan yang dipasarkan di Uni Eropa wajib memiliki komponen lokal dan proses produksi dari dalam blok 27 negara anggota.
Kebijakan ini diharapkan mengikat seluruh rantai industri, dari rekayasa hingga manufaktur.
Usulan ini muncul di tengah pembahasan kerangka kebijakan industri Uni Eropa untuk transisi menuju kendaraan listrik. Regulasi final yang mengikat sektor otomotif secara spesifik belum disahkan.
Para perumus kebijakan tengah menimbang opsi pembatasan kandungan lokal, dukungan anggaran, serta insentif regional. Strategi ini bertujuan memperkokoh rantai pasok dan memangkas ketergantungan terhadap produk impor.
Tantangan Daya Saing dan Pasar Lesu
Volkswagen, Stellantis, dan Renault menegaskan komitmen menjaga basis manufaktur di Eropa. Namun, pencapaian target tersebut memerlukan ekosistem regulasi yang lebih realistis.
"Produsen otomotif Eropa menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap daya saing mereka akibat kesenjangan teknologi, tekanan persaingan global, serta tingginya biaya energi, manufaktur, dan regulasi," tulis mereka dalam surat tersebut.
Ketiga produsen juga menyoroti lesunya permintaan pasar di Eropa. Volume penjualan mobil tahunan masih tertinggal sekitar 3 juta unit dibandingkan capaian tahun 2019.
>>> Demo BEM UI Jadi Sinyal Kuat Pemerintah Benahi Tata Kelola Program Prioritas
Mereka mendorong intervensi kebijakan nyata, termasuk bantuan khusus untuk produksi baterai dan pelonggaran regulasi bagi kendaraan berukuran kecil.
Update Terbaru
Pancasakti Group Gelar Pancasakti Run 2026 di Tangerang
Jumat / 12-06-2026, 18:32 WIB
Daftar Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco Terbaru Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:31 WIB
Perpustakaan Keliling Kota Malang Dekatkan Akses Literasi ke Sekolah
Jumat / 12-06-2026, 18:31 WIB
Harga Pertamax Naik, Pengguna Mobil Mulai Beralih ke Motor
Jumat / 12-06-2026, 18:29 WIB
Zimbra Ungkap 4 Strategi Perkuat Pertahanan Siber UMKM Indonesia
Jumat / 12-06-2026, 18:29 WIB
BYD Rilis Mobil PHEV M6 DM Seharga Rp298 Juta, Termurah di Indonesia
Jumat / 12-06-2026, 18:29 WIB
BYD M6 DM Resmi Meluncur, Jadi PHEV Termurah di Indonesia Mulai Rp 298 Juta
Jumat / 12-06-2026, 18:28 WIB
Pukat UGM Desak Kejagung Usut Aktor Lain Kasus Makan Bergizi Gratis
Jumat / 12-06-2026, 18:28 WIB
Hyundai Sediakan Ribuan Armada Transportasi untuk Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:28 WIB
Bank of Japan Diprediksi Naikkan Suku Bunga ke 1%, Tertinggi Sejak 1995
Jumat / 12-06-2026, 18:28 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Picu Potensi Peralihan Pengguna Mobil ke Motor
Jumat / 12-06-2026, 18:27 WIB
Cara Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Resign, Ini Syaratnya
Jumat / 12-06-2026, 18:26 WIB
Taman Nasional Baluran: Potensi Ekowisata Besar dengan Tantangan Konservasi
Jumat / 12-06-2026, 18:26 WIB
Diabetes Tak Terkontrol Picu Masalah Mulut dan Gusi Serius
Jumat / 12-06-2026, 18:25 WIB






