Aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bertajuk 'Menuju Indonesia Bangkrut' bersama mahasiswa dari kampus lain dinilai menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk segera membenahi tata kelola sejumlah program prioritas yang belakangan menjadi sorotan publik.

Direktur Eksekutif Trias Politica, Agung Baskoro, menilai lima tuntutan yang dibawa mahasiswa merupakan akumulasi kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

>>> Yulfiati Ardini, 71 Tahun, Raih Gelar Sarjana Kebidanan Cumlaude

Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga persoalan lapangan kerja.

Menurut Agung, mahasiswa yang turun ke jalan tidak bisa dilepaskan dari posisi mereka sebagai bagian dari kelas menengah yang ikut merasakan dampak tekanan ekonomi.

"Mahasiswa ini juga bagian dari kelas menengah yang merasakan langsung masalah-masalah yang mengemuka sebagai ekses dari kebijakan tersebut," ujarnya dalam keterangan, Jumat (12/6/2026).

Ia mengatakan, pemerintah perlu membaca aksi tersebut sebagai kritik terhadap implementasi kebijakan, bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan sesaat.

"Pemerintah harus merespons segera tuntutan-tuntutan yang sudah disampaikan, apakah soal MBG maupun Koperasi Desa Merah Putih, supaya peruntukannya jelas, tepat sasaran, dan transparansinya terjaga," katanya.

Agung menilai, evaluasi perlu dilakukan terhadap program-program yang masih menyisakan persoalan dalam aspek pengelolaan anggaran, akuntabilitas, dan transparansi.

Ia mencontohkan program MBG yang perlu dievaluasi secara menyeluruh agar pelaksanaannya benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan, seperti masyarakat prasejahtera, wilayah 3T, serta kelompok rentan stunting.

>>> Korsel Comeback Dramatis, Kalahkan Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026

Lebih jauh, Agung menyoroti persepsi publik terhadap program Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai masih menyisakan tanda tanya terkait konsep dan implementasinya di lapangan.