Warga Patakbanteng Pulihkan Hutan Lindung Gunung Prau
Masyarakat Desa Patakbanteng di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, berhasil memulihkan sebagian kawasan hutan lindung di kaki Gunung Prau.
Kawasan itu sempat beralih fungsi menjadi lahan pertanian secara liar.
>>> IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.007, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.547 Triliun
Kerusakan lingkungan dipicu oleh tekanan ekonomi akibat krisis moneter tahun 1997. Alih fungsi lahan lindung itu berdampak langsung pada penurunan drastis pasokan air bersih bagi warga sekitar.
Pemerintah desa setempat mengonfirmasi penurunan debit mata air sepanjang tahun. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan saat musim kemarau.
"Hutan lindung berubah jadi lahan pertanian, mata air pun berkurang," kata Kepala Desa Wisata Patakbanteng Solichun.
Ia memperkirakan debit mata air di kaki Gunung Prau sempat turun hingga 50 persen.
Momentum perbaikan lingkungan mulai berjalan sejak jalur pendakian Gunung Prau via Desa Patakbanteng ramai dikunjungi wisatawan pada 2012.
Saat akhir pekan, jumlah pendaki kini bisa mencapai lebih dari 50 orang.
Warga kemudian membentuk kelompok peduli lingkungan dan mengelola jalur pendakian tersebut. Pendapatan dari aktivitas wisata dialokasikan untuk membeli bibit pohon endemik serta membangun perpustakaan desa.
>>> PN Jakpus Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan pada 18 Juni 2026
"Ada persentase uang yang kami dapat dari gunung, untuk kembali ke gunung," sebut Solichun.
Penanaman kembali digencarkan setiap tiga bulan pertama pada awal tahun, saat jalur pendakian ditutup karena cuaca buruk.
"Kami tanam tanaman lokal pengendali erosi," ujar Solichun. Upaya pemulihan lingkungan secara swadaya ini juga mendapat dukungan melalui program pendampingan Bakti BCA.
VP CSR BCA Nona Faletta Aryuni mengatakan program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan potensi desa. Fase kedua difokuskan pada penguatan kelembagaan, sumber daya alam, dan kemitraan.
Fase terakhir diarahkan untuk memperluas akses pasar agar usaha desa tetap mandiri setelah pendampingan selesai. Program ini juga melibatkan sektor akademis melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
Sejumlah mahasiswa mitra yang telah lolos kurasi dijadwalkan tinggal di desa binaan mulai Juli 2026.
"Mahasiswa yang sudah dikurasi, selama satu bulan akan mencarikan solusi dari berbagai issue yang ada," sebut VP Corporate Communication BCA Wendiyanto Saputro.
>>> Sewa Baterai Motor Listrik Berisiko Hilangkan Fitur Pintar
Keterlibatan mahasiswa diharapkan menghasilkan solusi konkret, khususnya dalam pengembangan dan perluasan akses pasar bagi produk lokal Desa Patakbanteng.
Update Terbaru
Jennifer Coppen Gelar Siraman dan Pengajian Jelang Nikah dengan Justin Hubner
Jumat / 12-06-2026, 17:45 WIB
DEN Rombak Skema Subsidi Energi, Beralih ke Bantuan Langsung Individu
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Harga Itel A200 Juni 2026 Mulai Rp1,5 Jutaan, Usung Layar 120Hz dan Sertifikasi IP65
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Pemerintah Didorong Naikkan Batas PTKP untuk Jaga Daya Beli
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Mengenal Sholat Isyroq: Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Lengkap
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Bukalapak Angkat Mantan Kapolri Sutarman sebagai Komisaris Utama
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Kemenkeu Setujui Proyek Hunian IKN Senilai Rp6 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Resmi Menikah di Bali
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis 30 Tahun Penjara
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Yamaha Ungkap Alasan Peluncuran MX King 150 Livery Prima Pramac
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Stadion Azteca Cetak Rekor Penyelenggaraan Laga Piala Dunia Terbanyak
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
IHSG Ditutup Menguat 2,7% ke Level 6.007 pada Perdagangan 12 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
DJP Sita Tiga Apartemen Pengusaha Baja Akibat Tunggakan Pajak
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB
Rupiah Menguat Signifikan Berkat Bauran Kebijakan BI dan Pemerintah
Jumat / 12-06-2026, 17:44 WIB






