Desa Patakbanteng yang terletak di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, tengah mengembangkan agrowisata sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga dan menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Kawasan ini dikenal sebagai salah satu rute pendakian menuju Gunung Prau dan menawarkan berbagai aktivitas wisata alam.

>>> Lexus Indonesia Siap Luncurkan All-New Lexus ES dengan Varian BEV Pertama

Solikin, warga lokal yang aktif memajukan desa, mengungkapkan bahwa Desa Patakbanteng pernah mewakili Kabupaten Wonosobo dalam kompetisi desa wisata pada 2004 dan meraih peringkat pertama kategori resiliensi.

"Kategori resiliensi berkaitan dengan pengelola tempat wisata yang sudah bersertifikat rescue dari BNSP. Dari situ terlihat nilai ekonomi dari kegiatan pariwisata sangat membantu," ujar Solikin.

Ia menjelaskan bahwa armada ojek untuk mengantar wisatawan ke puncak gunung menjadi motor penggerak ekonomi, melibatkan sekitar 100 warga.

Pada akhir pekan, sopir ojek bisa mengantar hingga 50 kali perjalanan.

Selain sektor transportasi, UMKM dan warung di sekitar basecamp yang buka 24 jam juga turut mendongkrak ekonomi.

Desa Patakbanteng juga terkenal dengan komoditas pertanian seperti kentang dan purwoceng, serta industri rumahan yang memproduksi keripik kentang dan manisan carica.

Namun, generasi muda di desa tersebut kurang berminat pada sektor pertanian. Hal ini mendorong Solikin mencari cara agar hasil pertanian tetap lestari.

"Kita ingin mengembangkan agrowisata agar tamu bisa belajar menanam dan melihat proses panen langsung dengan pemandangan alam," ujar Solikin.

>>> PT Pakuwon Jati Tbk Bagikan Dividen Rp626 Miliar

Dukungan Bakti BCA

PT Bank Central Asia (BCA) melalui Bakti BCA turut berkomitmen mendorong kemajuan ekonomi di Desa Patakbanteng.

VP Corporate Social Responsibility BCA, Nona Faletta, mengatakan bahwa Bakti BCA masih dalam tahap menyelesaikan rancangan program yang terdiri dari tiga fase.