Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2026).

Indeks komposit naik 2,07 persen atau 121,62 poin ke level 6.007,65.

>>> PN Jakpus Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan pada 18 Juni 2026

Perdagangan hari ini dibuka di angka 5.960,41 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.074,07.

Sebanyak 615 saham bergerak menguat, 108 saham melemah, dan 93 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar bursa saat ini mencapai Rp10.547,73 triliun. Penguatan indeks sektoral dipimpin oleh sektor barang baku (IDX Basic) dan sektor industri (IDX Industrials).

Hampir seluruh sektor berada di zona hijau, kecuali sektor kesehatan (IDX Health) yang terkoreksi tipis.

Saham Big Caps Pendorong Utama

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) memimpin kenaikan tertinggi di antara saham big caps, melonjak 13,01 persen ke Rp825 per saham.

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menyusul dengan kenaikan 12,75 persen ke Rp3.450.

Emiten lain yang turut menguat adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) naik 9,16 persen, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) naik 3,64 persen, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik 1,83 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,72 persen.

>>> Sewa Baterai Motor Listrik Berisiko Hilangkan Fitur Pintar

Di sisi lain, beberapa emiten besar justru melemah.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 1,18 persen ke Rp4.200, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 0,35 persen ke Rp2.860.

Sentimen Komoditas dan Reli Sesi I

Sebelumnya, IHSG sudah menunjukkan performa impresif pada penutupan sesi I dengan lonjakan 2,68 persen ke level 6.044.

Pencapaian ini membalikkan tekanan yang terjadi pada hari sebelumnya.

Menurut riset Mirae Asset Sekuritas, kenaikan tajam IHSG dipicu oleh reli saham berbasis komoditas pertambangan.

Para investor menyambut positif kejelasan arah regulasi tata kelola ekspor sumber daya alam nasional.

>>> IPO SpaceX Cetak Rekor Global, Namun Masih Kalah dari Pasar China

“Saham-saham berbasis komoditas seperti INDY (+22,5%), INCO (+13,6%), BUMI (+13,6%), dan BRMS (+13,5%) tersengat kabar Danantara lebih akan mengawasi harga, alih-alih menjadi perantara,” tulis Mirae Asset Sekuritas.