Kerusakan hutan lindung di kaki Gunung Prau, Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, mulai pulih berkat upaya masyarakat setempat.

Mereka mengelola jalur pendakian ekowisata sebagai motor restorasi lingkungan.

>>> Ariana Grande Kecam Video Imigrasi Gedung Putih, Sebut Tidak Manusiawi

Alih fungsi lahan menjadi kawasan pertanian akibat krisis moneter 1997 memicu penyusutan ketersediaan air bersih. Risiko kebakaran hutan saat kemarau juga meningkat.

"Hutan lindung berubah jadi lahan pertanian, mata air pun berkurang," ujar Kepala Desa Wisata Patakbanteng Solichun.

Debit mata air di kaki gunung diperkirakan turun hingga 50 persen akibat berkurangnya tutupan hutan.

Hasil pengelolaan pendakian dialokasikan warga untuk membeli bibit pohon endemik dan mendirikan perpustakaan desa. "Kami tanam tanaman lokal pengendali erosi," kata Solichun.

>>> India Longgarkan Target Defisit Anggaran Akibat Krisis Energi Iran

Restorasi difokuskan pada tiga bulan pertama setiap tahun, bersamaan dengan penutupan jalur pendakian akibat cuaca buruk. Upaya ini juga mendapat dukungan eksternal melalui program Bakti BCA.

VP CSR BCA Nona Faletta Aryuni mengatakan, "Kita gali gap potensi yang ada."

Pendampingan dilakukan dalam tiga tahap: perancangan desain potensi, penguatan kelembagaan, dan perluasan akses pasar produk desa.

VP Corporate Communication BCA Mas Wendiyanto Saputro menambahkan, "Mahasiswa yang sudah dikurasi, selama satu bulan akan mencarikan solusi dari berbagai issue yang ada."

>>> Tracer Study UB 2025: Mayoritas Lulusan 2024 Bergaji Rp5-10 Juta per Bulan

Program ini melibatkan akademisi melalui pengabdian masyarakat yang dijadwalkan mulai Juli 2026.