Pemerintah India bersiap menghadapi pelebaran defisit anggaran yang lebih besar dari perkiraan pada tahun fiskal ini.

Lonjakan biaya subsidi energi menjadi penyebab utama, dipicu oleh memanasnya konflik di Iran.

>>> Tracer Study UB 2025: Mayoritas Lulusan 2024 Bergaji Rp5-10 Juta per Bulan

Seorang pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut menyatakan bahwa ruang defisit anggaran dibuka melebar hingga 4,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Target baru ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal sebesar 4,3 persen yang ditetapkan pada Februari lalu.

Realisasi pelebaran defisit menunjukkan besarnya tekanan ekonomi yang dihadapi New Delhi akibat kenaikan harga energi global.

Ketegangan di Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia yang berpotensi menahan harga energi tetap tinggi.

Kenaikan harga minyak dunia berdampak langsung pada pembengkakan beban subsidi pemerintah.

>>> Dermatolog Ungkap Mitos dan Fakta Kolagen untuk Kesehatan Kulit

India masih memberikan dukungan fiskal yang besar demi menjaga harga bahan bakar tetap terjangkau, sehingga memaksa penambahan belanja di luar rencana awal.

Laporan penyesuaian target defisit ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.

Pihak Kementerian Keuangan India juga belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai konfirmasi mengenai perubahan proyeksi fiskal tersebut.

Langkah penyesuaian anggaran ini menjadi perhatian besar bagi para investor global.

>>> Laba Bersih Bank Mandiri Naik 19 Persen Jadi Rp23,3 Triliun per Mei 2026

Hal ini terjadi karena India dalam beberapa tahun terakhir sedang gencar menurunkan defisit fiskal demi menjaga stabilitas keuangan dan mempertahankan kepercayaan pasar.