Popularitas kolagen sebagai bahan aktif untuk kesehatan kulit terus meningkat melalui berbagai produk kecantikan, suplemen, hingga minuman yang beredar di pasaran.

Namun, banyak informasi mengenai kolagen yang menyebar luas tanpa landasan bukti ilmiah yang valid.

>>> Laba Bersih Bank Mandiri Naik 19 Persen Jadi Rp23,3 Triliun per Mei 2026

Dermatolog dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp. D.

V. E.

, memaparkan bahwa pemahaman yang tepat mengenai fungsi kolagen sangat diperlukan agar masyarakat tidak memiliki ekspektasi yang keliru.

Banyak anggapan bahwa kolagen hanya berfungsi untuk menunjang penampilan luar kulit, padahal protein ini merupakan komponen utama penyusun struktur tubuh.

Kolagen bekerja menjaga kepadatan struktur kulit sekaligus menjadi penyusun penting bagi tulang, tendon, ligamen, hingga tulang rawan manusia.

Menurut dr. Annisa, kolagen berperan menjaga struktur kulit agar tetap padat dan tidak mudah kendur.

"Salah satu yang paling banyak diteliti saat ini adalah kolagen. Kolagen itu memang berperan penting untuk menjaga struktur kulit.

Kalau kita mau kulitnya glowing, struktur kulitnya harus bagus dulu. Tidak berkeriput, kemudian tidak beruntusan.

Jadi memang tekstur kulitnya harus bagus dulu," ujar dr. Annisa dalam acara Wellness Day "Glow Up: Steal the Spotlight" yang digelar oleh Tropicana Slim di SANA Studio, Jakarta Selatan pada Sabtu (06/06).

Efektivitas Penyerapan dan Jenis Kolagen

Tidak seluruh produk kolagen dapat diserap oleh tubuh dengan tingkat efektivitas yang sama karena ukuran molekulnya yang berbeda.

Jenis kolagen yang telah melalui proses pemecahan menjadi molekul kecil atau kolagen terhidrolisis terbukti secara ilmiah lebih mudah diserap tubuh.

"Kolagen terhidrolisis itu adalah tipe kolagen atau jenis kolagen yang sudah diproses yang terbukti secara ilmiah bisa diserap oleh tubuh dan bisa dimanfaatkan oleh tubuh," jelas dr. Annisa.