Dermatolog Ungkap Mitos dan Fakta Kolagen untuk Kesehatan Kulit
Sebaliknya, jenis kolagen yang masih memiliki ukuran molekul besar akan mengalami kesulitan saat melewati sistem pencernaan manusia.
>>> Wuling Buka Pemesanan Awal Aira EV, Uang Muka Rp 10 Juta
"Kalau kolagen masih molekulnya besar, ketika kita minum atau makan, kemudian melalui saluran cerna kita, itu enggak masuk, enggak terserap ke dalam saluran cerna, jadi mubazir," jelas dr. Annisa.
Perbandingan Kolagen Minum dan Krim Topikal
Mitos lain menyebutkan bahwa penggunaan krim kolagen pada permukaan kulit memiliki efektivitas yang setara dengan kolagen yang dikonsumsi.
Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kolagen oral memberikan dampak yang lebih signifikan pada kepadatan kolagen internal.
"Ternyata yang diminum membawa efek kolagen yang lebih bagus, artinya bertambah densitas atau pertambahan kolagennya lebih bagus dibandingkan dengan yang dioles," papar dr. Annisa.
Kendala utama dari produk krim topikal adalah ukuran molekul kolagen yang cenderung sulit menembus lapisan kulit secara optimal.
Pendekatan Menyeluruh untuk Kesehatan Kulit
Mengonsumsi produk kolagen saja tidak cukup untuk menjaga kebugaran dan kesehatan kulit tanpa adanya dukungan dari faktor eksternal lainnya.
Perawatan kulit yang optimal memerlukan kombinasi dari pola makan sehat, olahraga, tidur yang cukup, manajemen stres, serta perawatan dari luar.
"Kalau cuma melakukan skincare saja, tetapi tanpa memikirkan nutrisi, asupan, yang kita dapatkan, hasilnya tidak optimal," ujar dr. Annisa.
Pembentukan kolagen baru di dalam tubuh tetap memerlukan bahan baku nutrisi lain seperti protein, berbagai jenis vitamin, dan antioksidan.
Gaya Hidup dan Faktor Pemicu Kerutan
Kemunculan kerutan pada kulit tidak semata-mata dipicu oleh faktor pertambahan usia, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari.
Kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan menjadi salah satu pemicu utama kerusakan kolagen melalui proses yang disebut glikasi.
"Sebetulnya asupan gula itu sangat berpengaruh ke kulit, terutama gula yang sederhana. Makin banyak peneliti yang menginvestigasi ternyata asupan gula berlebih di tubuh kita bisa mempercepat penuaan sel.
Jadi, bukan cuma kulit, di seluruh badan itu bisa terjadi," tutur dr. Annisa.
>>> Kanada vs Bosnia Herzegovina di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Penurunan produksi kolagen alami dalam tubuh juga dapat dipercepat oleh paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, kurang tidur, serta kondisi stres berkepanjangan.
Update Terbaru
Daftar Pemain Drama Korea Teach You a Lesson, dari Kim Mu-yeol hingga Lee Sung-min
Jumat / 12-06-2026, 18:52 WIB
TVRI Siarkan Gratis Piala Dunia 2026 Lewat Jaringan Digital
Jumat / 12-06-2026, 18:52 WIB
Polisi Tangkap Dua Penyusup Bawa Molotov di Demo BEM UI
Jumat / 12-06-2026, 18:51 WIB
5 Biodata Member Migak Boys Lengkap dengan Instagram, Boy Group Fiktif The Legend of Kitchen Soldier
Jumat / 12-06-2026, 18:50 WIB
Kondisi Geografis Indonesia Menuntut Pendekatan Adaptif dalam Memilih Atap Rumah
Jumat / 12-06-2026, 18:49 WIB
Kawasaki Resmi Pasarkan Modenas Brusky 125 di Jakarta Fair 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:49 WIB
Shakira Tampil di Piala Dunia 2026 Tanpa Bayaran, Ini Alasannya
Jumat / 12-06-2026, 18:49 WIB
Studi: Glucosamine Tingkatkan Risiko Demensia, Layar Bantu Pemulihan Gegar Otak Anak
Jumat / 12-06-2026, 18:48 WIB
Prospect Institute Dorong Ekosistem Keberlanjutan di Invirotech Expo 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:48 WIB
Kembali ke Penilaian Lisan untuk Kejujuran dan Otentisitas Fondasi Belajar
Jumat / 12-06-2026, 18:48 WIB
PT Timah Tbk Alokasikan Laba Ditahan Rp658 Miliar untuk Pacu Produksi
Jumat / 12-06-2026, 18:48 WIB
Kawasaki Resmi Pasarkan Modenas Brusky 125 di PRJ 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:47 WIB
Mengenal Ciri People Pleaser yang Sering Mengorbankan Diri Sendiri
Jumat / 12-06-2026, 18:46 WIB
DPR Desak Audit Total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Jumat / 12-06-2026, 18:46 WIB






