Penyanyi internasional Ariana Grande melayangkan kritik tajam terhadap Gedung Putih dan Presiden Donald Trump terkait unggahan video kontroversial tentang operasi penangkapan imigran.

Kritik tersebut disampaikan melalui akun media sosialnya pada Jumat (12/6/2026), seperti dilansir Variety yang dikutip Detikcom.

>>> India Longgarkan Target Defisit Anggaran Akibat Krisis Energi Iran

Video yang diunggah akun resmi Gedung Putih menampilkan kompilasi penggerebekan imigrasi dengan latar musik dramatis.

Banyak pihak menilai konten itu mendehumanisasi para imigran di tengah situasi politik AS yang memanas.

"Ini benar-benar tidak manusiawi. Bagaimana bisa sebuah lembaga pemerintahan merayakan penderitaan manusia dan perpisahan keluarga sebagai konten promosi?

Mengerikan dan sangat memuakkan," tulis Ariana Grande.

Pelantun "Yes, and?" itu juga menambahkan, "Kita tidak boleh menjadi mati rasa terhadap kekejaman seperti ini.

>>> Tracer Study UB 2025: Mayoritas Lulusan 2024 Bergaji Rp5-10 Juta per Bulan

Kita harus menuntut transparansi dan martabat bagi setiap orang, terlepas dari mana mereka berasal."

Kritik vokal ini menambah panjang rekam jejak Ariana Grande dalam menyuarakan isu kemanusiaan, hak perempuan, dan keadilan sosial.

Aksi sang diva langsung memicu gelombang dukungan dari netizen hingga namanya menjadi trending topic.

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi.

>>> Dermatolog Ungkap Mitos dan Fakta Kolagen untuk Kesehatan Kulit

Sementara itu, Ariana Grande tetap melanjutkan aktivitas promosi film Wicked dan proyek musiknya setelah kesuksesan album Eternal Sunshine.