Menurutnya, ketergantungan kelistrikan pada batu bara berisiko terhadap keamanan pasokan energi nasional.

Menanggapi dugaan tersebut, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia memberikan klarifikasi.

Pemerintah menyangkal bahwa masalah ketersediaan batu bara menjadi penyebab utama pemadaman listrik.

"Tidak ada batu bara menipis. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis.

Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang," kata Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).

Pemadaman listrik sebelumnya ramai dilaporkan warga di media sosial, mencakup wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta sejak Rabu (10/6/2026).

Area terdampak meliputi Bandung, Cimahi, Karawang, Purwakarta, Bogor, Cikarang, Bekasi, Cirebon, Indramayu, Semarang, dan Tegal.

Di sisi lain, Direktur Manajemen Pembangkit PLN Rizal Calvary memaparkan bahwa komitmen pasokan batu bara meningkat dari 152 juta ton menjadi 163 juta ton.

Berdasarkan data April 2026, stok batu bara PLN berada pada angka 15,9 HOP secara nasional dan 10,31 HOP untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

"Sekarang saja kita sudah dapat komitmen RKAB itu 160 juta. Dari awalnya cuma sekitar 152 [juta ton], sekarang jadi 163 [juta ton].

>>> Daya Saing Industri dan Dampak Kenaikan BI Rate terhadap Ekspor

Betul [pasokan aman hingga Desember 2026]," kata Rizal di Kompleks Parlemen, Senin (13/4/2026).