Kementerian ESDM Pastikan Stok Batu Bara PLTU Aman, Bantah Jadi Penyebab Pemadaman
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) saat ini aman dan mencukupi.
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).
>>> Komdigi Batasi Akses Internet Anak demi Proteksi Ruang Siber
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menjelaskan bahwa hari operasi pembangkit (HOP) batu bara berada dalam posisi yang memadai.
Menurutnya, situasi pasokan saat ini tidak mengalami masa kritis seperti yang pernah terjadi pada Januari 2022.
Pemerintah langsung melakukan langkah koordinasi lanjutan demi menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM tengah mengadakan pertemuan dengan manajemen PLN untuk membahas hal tersebut.
"Sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan PLN batu baranya," kata Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Pertemuan berkala antarinstansi terus berjalan untuk memantau perkembangan di lapangan.
"Hari ini katanya ada rapat lagi Pak Dirjen Gatrik dengan PLN," ujar Erani.
Bantahan Terkait Dugaan Penyebab Pemadaman
Pernyataan Kementerian ESDM ini sekaligus merespons analisis dari Institute for Essential Service Reform (IESR).
Sebelumnya, IESR menduga kendala pasokan bahan bakar menjadi pemicu padamnya aliran listrik di beberapa wilayah Jawa.
CEO IESR Fabby Tumiwa mencurigai adanya keterbatasan suplai yang membuat HOP PLTU berada di bawah batas aman akibat keterlambatan persetujuan RKAB 2026.
Selain itu, gangguan di PLTGU Jawa 1 disinyalir ikut menurunkan pasokan ke sistem kelistrikan.
>>> Fatty Liver Kini Marak Serang Usia 30-an Akibat Obesitas
"IESR menduga bahwa pemadaman bergilir yang terjadi belakangan dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa—Bali," kata Fabby dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







