Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana aksi militer ke Iran.
Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pelaku pasar dan memicu optimisme terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah.
>>> Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS pada Jumat
Berdasarkan data pasar komersial yang dilansir Investor Daily mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$ 2,72 atau 2,9 persen menjadi US$ 90,38 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menyusut US$ 2,32 atau 2,6 persen ke level US$ 87,71 per barel.
Negosiasi Damai dan Dampak pada Selat Hormuz
Peredaan ketegangan geopolitik dipicu oleh pernyataan otoritas tertinggi AS mengenai perkembangan situasi keamanan. Negosiasi tidak langsung antara pihak terkait dilaporkan terus menunjukkan kemajuan.
Meskipun harga turun akibat sentimen perdamaian, sektor energi internasional tetap memantau jalur logistik laut kritis di Selat Hormuz.
Jalur ini mengakomodasi sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas global.
>>> Kementan Dinilai Terburu-buru Rencanakan Pelaporan 300 Perusahaan Sawit
Aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz masih berjalan normal di bawah pengawasan armada pengaman. Namun, laporan pergerakan kapal tanker menunjukkan dinamika yang bervariasi.
Berdasarkan pantauan LSEG dan Kpler, sedikitnya tiga kapal pengangkut gas alam cair terdeteksi melintasi Selat Hormuz menuju Asia.
Kapal-kapal tersebut menonaktifkan sistem pelacak transponder demi keamanan.
Di sisi lain, harga minyak dunia mendapat penahan dari data domestik AS.
Badan Informasi Energi AS melaporkan penurunan cadangan minyak mentah domestik sebesar 7,2 juta barel menjadi total 426,5 juta barel untuk pekan yang berakhir 5 Juni.
>>> Bank Dunia: Subsidi BBM di Indonesia Salah Sasaran, Nikmati Kelas Atas
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yang memperkirakan penyusutan hanya sekitar 4 juta barel.
Update Terbaru
John Herdman Puji Stadion Utama Sumut dan Suporter Indonesia
Jumat / 12-06-2026, 07:13 WIB
Aplikasi Livescore Tembus 2,3 Juta Pengguna Aktif di Indonesia
Jumat / 12-06-2026, 07:13 WIB
Jaksa Agung Florida Gugat OpenAI dan CEO Sam Altman
Jumat / 12-06-2026, 07:13 WIB
Proses Terbentuknya Air Hujan dari Permukaan Bumi
Jumat / 12-06-2026, 07:12 WIB
Polisi dan TNI Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
Jumat / 12-06-2026, 07:12 WIB
Korea Selatan Siap Hadapi Republik Ceko di Laga Grup A Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:12 WIB
Review Lexus ES 350h Generasi Kedelapan: Desain Sporty yang Berani
Jumat / 12-06-2026, 07:11 WIB
Dokter Spesialis Tekankan Evaluasi Medis Bersama untuk Atasi Infertilitas
Jumat / 12-06-2026, 07:11 WIB
Trump Isyaratkan Tak Akan Perpanjang USMCA, Ancaman bagi Industri Otomotif
Jumat / 12-06-2026, 07:08 WIB
Jaksa Agung Florida Gugat OpenAI dan Sam Altman soal Keselamatan AI
Jumat / 12-06-2026, 07:08 WIB
Kepala BGN Jadwalkan Ulang Laporan Efisiensi MBG ke Presiden
Jumat / 12-06-2026, 07:08 WIB
PT Phapros Tbk Bagikan Dividen Rp4,12 Miliar Setelah Dua Tahun Tanpa Dividen
Jumat / 12-06-2026, 07:08 WIB
Review Lexus ES 350h Generasi Kedelapan: Transformasi Sedan Sporty
Jumat / 12-06-2026, 07:07 WIB
Ahli Ungkap Alasan Ilmiah Garam Bisa Kurangi Rasa Pahit Kopi
Jumat / 12-06-2026, 07:06 WIB






