Kementan Dinilai Terburu-buru Rencanakan Pelaporan 300 Perusahaan Sawit
Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, menyoroti langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang dinilai terburu-buru dalam berencana melaporkan 300 perusahaan kelapa sawit.
Menurut Darto, sebagai pemegang otoritas di sektor hulu sawit, Kementan semestinya mengutamakan konsolidasi dan dialog dengan para pelaku usaha terlebih dahulu.
>>> Bank Dunia: Subsidi BBM di Indonesia Salah Sasaran, Nikmati Kelas Atas
Ia menegaskan peran utama Kementan adalah menjaga stabilitas seluruh ekosistem sawit dari hulu hingga hilir, mulai dari petani, pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS), tengkulak, pemilik loading ramp, pelaku industri penyulingan (refinery), hingga institusi keuangan pembiayaan.
"Semestinya Kementan mengumpulkan para pihak karena tugasnya adalah di sektor hulu.
Kementan harus mampu mengkonsolidasi di sektor hulu tentang gagasan apa yang diusulkan kepada DSi atau Presiden agar ekosistem sawit tetap stabil," ujar Darto saat dihubungi, Kamis (11/6/2026).
POPSI menilai respons Kementan masih bersifat reaktif atau sekadar menjadi ‘pemadam kebakaran’ saat terjadi gejolak harga pada Tandan Buah Segar (TBS).
Darto menambahkan penurunan harga TBS di tingkat petani dipicu oleh kepanikan pasar akibat munculnya wacana kebijakan satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
"Benar terjadi penurunan karena ada pasar sawit dari sisi demand (permintaan) yang mempertanyakan kebijakan satu pintu. Kebijakannya belum jelas sebelumnya, hanya dari pidato, kebijakan belum muncul," jelas Darto.
Ketidakpastian regulasi ini berdampak langsung pada aktivitas perdagangan di Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).
Akibat absennya mitigasi risiko dan sosialisasi yang matang, dia mengungkap terjadi fenomena withdraw atau kegagalan kesepakatan harga tender Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO) di KPBN.
Update Terbaru
Survei: Mayoritas Orang Tua Belum Aktif Awasi Aktivitas Internet Anak
Jumat / 12-06-2026, 06:42 WIB
Saham Pakuwon Jati Melonjak Usai Rencana Pembagian Dividen Rp626 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 06:41 WIB
Bangkit dan Runtuhnya Bangsa Tergantung Kualitas Pemimpin
Jumat / 12-06-2026, 06:41 WIB
Klarifikasi Lengkap Raffi Ahmad Usai Terseret Kasus Suap Bea Cukai
Jumat / 12-06-2026, 06:40 WIB
FC Barcelona Kalahkan La Laguna Tenerife 97-89, Unggul 2-0 di Semifinal Liga Endesa
Jumat / 12-06-2026, 06:40 WIB
Tyo Nugros Dicekal di Bandara Soetta Akibat Kasus Piutang Negara
Jumat / 12-06-2026, 06:40 WIB
Pemerintah Pangkas Kebutuhan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp268 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 06:40 WIB
Barcelona Kalahkan Tenerife 97-89, Unggul 2-0 di Semifinal Liga Endesa
Jumat / 12-06-2026, 06:37 WIB
Barcelona Kalahkan La Laguna Tenerife 97-89, Pelatih Tamu Protes Keras
Jumat / 12-06-2026, 06:36 WIB
Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Akibat Pemborosan Rp1 Triliun per Bulan
Jumat / 12-06-2026, 06:36 WIB
Enam Wakil Indonesia Bersiap Hadapi Perempat Final Australian Open 2026
Jumat / 12-06-2026, 06:36 WIB
Menkeu Akui Kenaikan Harga Pertamax Picu Migrasi Konsumen ke Pertalite
Jumat / 12-06-2026, 06:36 WIB
Barcelona Kalahkan Tenerife di Semifinal Liga Endesa
Jumat / 12-06-2026, 06:32 WIB
Korlantas Polri Kaji Penerapan STNK Digital bagi Pemilik Kendaraan
Jumat / 12-06-2026, 06:32 WIB






