BI Rate Naik ke 5,50%: Strategi Jaga Kredibilitas di Tengah Tekanan Global
Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin dari 5,25% menjadi 5,50% dalam waktu kurang dari satu bulan.
Keputusan ini menuai perhatian pelaku pasar yang melihatnya sebagai respons terhadap pelemahan rupiah.
>>> Rupiah Melemah Dekati Rp 18.000 per Dolar AS Akibat Tekanan Eksternal
Namun, dari perspektif ekonomi moneter modern, langkah tersebut mencerminkan upaya mempertahankan kredibilitas kebijakan di tengah meningkatnya risiko eksternal.
Teori Impossible Trinity yang dikembangkan Robert Mundell dan Marcus Fleming menjelaskan bahwa suatu negara tidak dapat secara simultan mempertahankan stabilitas nilai tukar, kebebasan arus modal, dan independensi kebijakan moneter.
Indonesia memilih untuk tetap membuka arus modal internasional sekaligus mempertahankan independensi moneter.
Konsekuensinya, ketika tekanan terhadap rupiah meningkat, suku bunga menjadi instrumen utama untuk mempertahankan daya tarik aset domestik.
Teori Interest Rate Parity dan Daya Tarik Aset Rupiah
Kenaikan BI Rate sejalan dengan teori Interest Rate Parity (IRP) yang menjelaskan bahwa perbedaan tingkat suku bunga antarnegara memengaruhi arus modal internasional dan ekspektasi nilai tukar.
Ketika imbal hasil aset dolar meningkat akibat tingginya suku bunga global, negara berkembang perlu menawarkan kompensasi risiko yang memadai agar investor tetap bersedia menempatkan dana pada aset domestik.
Dalam praktik investasi internasional, investor tidak hanya mempertimbangkan tingkat kupon atau suku bunga nominal, tetapi juga risiko yang menyertainya, terutama risiko nilai tukar (exchange rate risk).
Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia yang relatif tinggi dapat kehilangan daya tarik apabila depresiasi rupiah lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh investor.
Keputusan investasi global pada dasarnya ditentukan oleh keseimbangan antara return dan risk, bukan semata-mata oleh tingkat suku bunga yang ditawarkan.
Update Terbaru
Kematian Pria Diduga Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie, Polisi Masih Selidiki
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB
Bobby Nasution Tinggalkan Rapat DPRD Sumut, Ini Penyebabnya
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Tinggalkan Grafiti 'Balas Dendam
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB
Kedatangan Diomande ke Real Madrid Bisa Picu Kepergian Vinicius Junior
Senin / 27-07-2026, 04:07 WIB
Mantan Suami Sara Gilson Sudah Peringatkan Sejak Lama Sebelum Tragedi Pembunuhan-Bunuh Diri
Senin / 27-07-2026, 04:07 WIB
Meghan Markle Jadi Bintang Tamu MasterChef Australia, Drama dengan Juri Terjadi
Senin / 27-07-2026, 04:07 WIB
Dangote Mulai Bangun Kilang Minyak di Lamu Tahun Ini, Target Dongkrak Ketahanan Energi Afrika Timur
Senin / 27-07-2026, 04:07 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 28 Juli - 2 Agustus 2026
Senin / 27-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Program Trans TV Hari ini 28 Juli 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar ada Film Bioskop serta Link Nonton
Senin / 27-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 28 Juli - 2 Agustus 2026
Senin / 27-07-2026, 04:00 WIB
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB







