PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menetapkan target marketing sales sebesar Rp563 miliar hingga akhir tahun 2026.

Target ini diumumkan dalam paparan publik secara daring pada Kamis (11/6/2026). Manajemen memilih pendekatan bisnis yang konservatif untuk menghadapi dinamika pasar properti saat ini.

>>> 43 Juta Murid Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

Kebijakan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti kondisi makroekonomi, stabilitas geopolitik, pergerakan nilai tukar rupiah, dan tingkat suku bunga.

Direktur CBDK Yohanes Edmond Budiman menjelaskan bahwa perusahaan sengaja bersikap waspada dalam mengamati perkembangan ekonomi global dan domestik.

"Dengan mempertimbangkan hal tersebut, perseroan mengambil pendekatan yang konservatif dengan menetapkan target marketing sales tahun 2026 sebesar Rp563 miliar yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Yohanes.

Manajemen menilai arah kebijakan moneter masih menjadi perhatian utama bagi pelaku industri properti.

Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada awal Juni lalu.

>>> Ribuan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Menumpuk di Bogor

Kenaikan suku bunga berpotensi memengaruhi biaya pendanaan dan permintaan kredit di sektor perumahan dan komersial.

Oleh karena itu, CBDK memilih fokus mengoptimalkan monetisasi cadangan lahan (land bank) seluas 694 hektare di kawasan CBD PIK 2.

"Perseroan sedang fokus meningkatkan monetisasi land bank yang sudah ada dengan komposisi sebesar 694 hektare di CBDK," kata Yohanes.

Pengembangan kawasan PIK 2 tetap berjalan sesuai rencana induk, mencakup produk residensial, komersial, dan kaveling tanah komersial.

>>> Wasit Piala Dunia Asal Somalia Dideportasi AS, Disambut Bak Pahlawan di Kampung Halaman

Hingga kuartal I 2026, realisasi marketing sales CBDK telah mencapai 28 persen dari target tahun berjalan, didominasi oleh tingginya permintaan kaveling komersial strategis.