Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama meluncurkan program Peaceful Muharam 1448 H, sebuah rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam.

Program ini mengintegrasikan pendekatan spiritual, kemanusiaan, sosial, pendidikan, ekonomi, dan kelestarian lingkungan. Kegiatan dirancang inklusif untuk menjangkau generasi muda, keluarga, penyandang disabilitas, hingga komunitas masjid.

>>> Kylian Mbappe Belum Cetak Gol dalam Tiga Laga Uji Coba Prancis

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan bahwa Peaceful Muharam menjadi wadah untuk menyebarkan manfaat dan memperkokoh peran masyarakat dalam kehidupan sosial.

"Peaceful Muharam harus menjadi ruang untuk menebar maslahat dan menguatkan umat.

Seluruh program diarahkan agar memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis.

Pemilihan tema ini menegaskan bahwa perwujudan nilai agama tidak terbatas pada ibadah ritual. Gerakan ini mengedepankan aksi nyata yang membawa kepedulian, perdamaian, dan pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian Agenda Peaceful Muharam

Kemenag menyusun sejumlah agenda strategis dalam program Peaceful Muharam 1448 H. Agenda tersebut meliputi Bimas Islam Talks, Peringatan Tahun Baru Islam, Muharaman Bersama Gen Z, dan 100.000 Khataman Al Quran serta Doa Bersama untuk Bangsa.

Selain itu, terdapat CFD Peaceful Muharam, Lebaran Yatim dan Disabilitas, Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo, CFD SIGAP Mas, Festival Muharam Internasional, Indonesia Berkiblat, MILFEST 1448 H, RECONNECT, Gerakan Bersih-Bersih Masjid, Gerakan Nasional Hijrah dari Israf dan Tabdzir, Halal Goes to Campus, serta Halal Brands and Food Expo.

>>> IHSG Melemah ke Level 5.886,03 Akibat Aksi Ambil Untung Investor

Seluruh aktivitas ini diorientasikan untuk mewujudkan masyarakat yang damai, peduli, dan berdaya. Agenda ini juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan sosial saat ini.

Peran Penyuluh Agama

Abu Rokhmad menegaskan komitmen pemerintah agar kehadiran agama menyentuh kebutuhan publik secara langsung dan nyata.

"Agama harus hadir dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap persoalan kemanusiaan, lingkungan, keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat," katanya.

Pendekatan terpadu ini diposisikan sebagai bagian dari solusi atas dinamika masalah di masyarakat. Kemenag melibatkan para penyuluh agama yang tersebar di seluruh Indonesia.

Para penyuluh dituntut tidak sekadar menyampaikan pesan keagamaan.

>>> Butter Baby Siapkan Ekspansi Global, Buka Gerai di Thailand dan Malaysia

Mereka diarahkan menjadi agen perubahan dan pembangunan sosial yang menghubungkan program kerja dengan kebutuhan riil masyarakat secara berkelanjutan.