Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Indeks turun 16,34 poin atau 0,28 persen ke level 5.886,03.

Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah pasar sempat menguat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

>>> Butter Baby Siapkan Ekspansi Global, Buka Gerai di Thailand dan Malaysia

Data menunjukkan 265 saham naik, 419 saham turun, dan 131 saham stagnan.

Sentimen Eksternal dan Geopolitik

Technical Analyst RHB Sekuritas Indonesia, Ilham Fitriadi Budiarto, menyebut aksi realisasi keuntungan menjadi penyebab utama pelemahan.

Ia memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif pada Jumat dengan support 5.746 dan resistance 6.000.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengaitkan pergerakan indeks dengan rilis data inflasi AS Mei 2026 yang naik ke 4,2 persen year-on-year.

>>> Jemaah Haji Aceh Perbanyak Ibadah dan Ziarah di Madinah

Angka ini memicu kekhawatiran sikap hawkish The Fed.

Selain inflasi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat turut mendorong harga minyak mentah dunia. Hal ini menekan mayoritas pasar global dan regional Asia.

Herditya menambahkan, aksi ambil untung wajar terjadi setelah IHSG menguat dua hari berturut-turut.

Untuk Jumat, ia memperkirakan indeks berpeluang menguat terbatas pada rentang support 5.841 dan resistance 5.925.

>>> Jadwal Piala Dunia 2026 Grup A: Dua Laga Pembuka pada 12 Juni

Investor disarankan mencermati rilis data PPI AS dan perkembangan geopolitik Timur Tengah. Saham yang direkomendasikan antara lain MEDC (Rp1.290-Rp1.390), PGAS (Rp1.570-Rp1.635), dan SMDR (Rp286-Rp296).