PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Rapat digelar secara elektronik di Jakarta pada Kamis (11/6).

>>> Siasati Pelemahan Rupiah, Phapros Siapkan Strategi Bisnis

Alokasi dividen tersebut setara dengan 45 persen dari total laba bersih perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp2,93 triliun.

Sisa laba bersih senilai Rp1,61 triliun atau 55 persen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha dan keberlanjutan bisnis.

Selain pembagian laba, RUPST mengesahkan laporan tahunan, laporan keuangan konsolidasian, serta laporan tugas pengawasan dewan komisaris.

Pemegang saham juga menyetujui laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2025.

Rapat menetapkan gaji, honorarium, fasilitas, dan tunjangan tahun buku 2026, serta remunerasi kinerja tahun buku 2025 bagi pengurus perseroan.

Penetapan Akuntan Publik untuk audit Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Program PUMK tahun buku 2026 juga disetujui.

Pemegang saham menyetujui pendelegasian wewenang persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027.

>>> HKI Desak Pemerintah Benahi Pasokan Listrik Kawasan Industri

Anggaran Dasar Perseroan diubah untuk menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno menyatakan keputusan RUPST mencerminkan komitmen perusahaan menjaga keseimbangan antara nilai tambah pemegang saham, struktur permodalan, dan keberlanjutan usaha.

"Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan," ungkapnya.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan total Rp42,65 triliun. Pendapatan ditopang oleh penjualan ekspor sebesar 46 persen dan pasar domestik 54 persen.

Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina menjadi lima negara tujuan ekspor terbesar.

Hingga 31 Desember 2025, total aset perusahaan tercatat Rp43,92 triliun, naik 5 persen dari posisi akhir 2024 yang Rp41,79 triliun.

Pertumbuhan aset didorong oleh kenaikan aset tidak lancar sebesar 12 persen atau Rp3,12 triliun.

>>> Davino Satria Siap Balapan di Mandalika Festival of Speed 2026

Sebagai agenda penutup, RUPST menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan yang baru.