PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan avtur dan bahan bakar minyak (BBM) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Langkah ini untuk mendukung operasional sektor transportasi dan pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tersebut.

>>> Igor Tolic Siapkan Persib Bandung Hadapi Asean Club Championship

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, meninjau langsung kesiapan pasokan energi saat melakukan kunjungan kerja Management Walkthrough (MWT) pada Kamis (11/6/2026).

Pemeriksaan dilakukan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Labuan Bajo dan Depot Pengisian Pesawat Udara Komodo.

Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh proses penyaluran BBM dan avtur berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan.

Iriawan mengapresiasi dedikasi para pekerja dan mitra kerja yang menjadi garda terdepan dalam distribusi energi ke berbagai daerah.

Keselamatan Kerja Jadi Prioritas

Selain pasokan, perhatian khusus diberikan pada aspek keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan kerja (HSSE).

>>> JTBC Hapus Audio Ledekan terhadap Son Heung-min di Video Latihan

Penerapan Sistem Izin Kerja Aman (SIKA) dan Critical Life Saving Rules (CLSR) diwajibkan sebagai budaya kerja sehari-hari untuk mitigasi risiko.

"Ingatlah, tidak ada target produksi, tidak ada keuntungan bisnis, dan tidak ada pencapaian korporasi yang lebih penting daripada keselamatan manusia, aset, dan lingkungan kita.

Bisnis bisa kita kejar, tetapi nyawa manusia tidak ada sebaliknya," tegas Iriawan.

Manajemen setempat diminta terus menjaga performa fasilitas pendukung seperti tangki timbun, dermaga, dan sistem pemadam kebakaran. Kunjungan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menyerap aspirasi pekerja di lapangan.

"Kesuksesan korporasi dalam menjaga kehormatan energi nasional tidak dapat dicapai melalui ego sektoral atau kinerja parsial subholding semata.

>>> Kejagung Tetapkan Pihak Swasta Tersangka Baru Korupsi MBG

Sinergi erat, kepatuhan total pada regulasi, serta tata kelola yang berintegritas menjadi kunci utama," tandas Iriawan.