PT Pertamina (Persero) memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan memperkuat komitmen membangun generasi muda yang cerdas dan peduli lingkungan.

Melalui program Sekolah Energi Berdikari STEM dan GreenBus Pertamina, perusahaan menggabungkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan pengalaman belajar langsung.

>>> Trailer Baru Marvel Tōkon: Fighting Souls Perkenalkan Tim Samurai Outriders

Peserta tidak hanya memahami konsep keberlanjutan, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hingga saat ini, kedua program telah menjangkau 17.021 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dari berbagai daerah di Indonesia.

Para peserta tergabung sebagai Green Warriors dan memperoleh pembelajaran mengenai energi bersih, perubahan iklim, ekonomi sirkular, serta pengelolaan lingkungan.

Sekolah Energi Berdikari STEM dan GreenBus Pertamina

Pertamina telah mengembangkan 33 Sekolah Energi Berdikari STEM di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini menghadirkan laboratorium pembelajaran berbasis energi bersih melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas terpasang 105,6 kWp.

Program ini berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 122,24 ton CO₂e per tahun dan penghematan biaya listrik sekitar Rp217,6 juta per tahun.

Selain itu, program ini mendukung penanaman 530 pohon sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Melalui GreenBus Pertamina, para Green Warriors diajak mengunjungi berbagai lokasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.

Lokasi tersebut antara lain Kampung Hijau Gang Cemara di Jakarta Utara, Desa Energi Berdikari Kampung Eduwisata Bhinneka di Jakarta Pusat, Kampung Keberagaman & Batik Proklim Lestari di Cirebon, serta Kampoeng Radjoet Binong “Merajut Asa Kita” di Bandung.

Di lokasi tersebut, peserta belajar secara langsung mengenai pengelolaan sampah, energi terbarukan, ekonomi sirkular, hingga pemberdayaan masyarakat.