>>> Tekken 8 Rilis Trailer Gameplay Bob, Early Access 19 Agustus

Seluruh pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam Saku Hijau, jurnal lapangan yang menjadi media refleksi peserta.

Mereka juga mengembangkan berbagai permainan edukatif bertema lingkungan untuk diterapkan kembali di sekolah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Reyhan Syukur, pelajar asal Bandung yang mengikuti GreenBus Pertamina, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai isu lingkungan.

“Awalnya saya kira isu lingkungan itu hanya tentang data dan angka.

Setelah ikut GreenBus, saya jadi paham bahwa semua dimulai dari kebiasaan kecil yang bisa saya lakukan mulai hari ini,” ungkap Reyhan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

“Anak-anak dan generasi muda adalah aset bangsa sekaligus pemimpin masa depan.

Melalui Sekolah Energi Berdikari STEM dan GreenBus Pertamina, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata,” ujar Baron.

Ia berharap para Green Warriors dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi keluarga, sekolah, dan komunitasnya untuk bersama-sama menjaga bumi.

Melalui kedua program tersebut, Pertamina terus berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, aksi terhadap perubahan iklim, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

>>> Spirits & Cat Ears Manga Berakhir Setelah 12 Tahun

Sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional 2026, Pertamina percaya bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah membekali generasi muda dengan pengetahuan, pengalaman, dan kepedulian untuk menjadi Green Warriors yang siap menjaga bumi bagi generasi mendatang.