Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan kebijakan penempatan dana di SBN bergantung pada situasi pasar. Saat ini, permintaan kredit masih rendah sehingga likuiditas internal bank tetap baik.

Kredit CIMB Niaga secara bank only tumbuh 6,99% yoy menjadi Rp 171,39 triliun per April 2026.

Kepemilikan surat berharga turun 1,57% yoy menjadi Rp 75,62 triliun.

Sekretaris Perusahaan OK Bank Efdinal Alamsyah menilai kenaikan imbal hasil membuat SRBI aman dan likuid untuk penempatan jangka pendek.

Keputusan porsi SRBI tidak hanya berdasarkan imbal hasil, tetapi juga prospek kredit dan biaya dana.

Kredit OK Bank per April 2026 tumbuh 6,26% yoy menjadi Rp 10,12 triliun. Kepemilikan surat berharga naik 16,69% yoy menjadi Rp 1,85 triliun.

>>> Turnamen Tenis Meja ASEAN Club Championship 2026 Ramaikan Bandung

Efdinal menambahkan, jika pertumbuhan kredit melaju dan menawarkan yield lebih menarik, dana akan dialihkan untuk ekspansi. Sebaliknya, jika likuiditas longgar dan kredit melandai, SRBI tetap menjadi opsi menarik.