Usulan Keterlibatan Tenaga Kesehatan

Melihat urgensi tersebut, Academy of Medical Royal Colleges mengusulkan langkah baru untuk melibatkan sektor medis.

Lembaga ini menyatakan perlunya panduan resmi bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk mendeteksi tanda-tanda penggunaan media sosial yang tidak sehat pada pasien anak dan remaja.

Kunjungan medis rutin dinilai bisa menjadi momentum tepat untuk menangkap lebih awal indikasi dampak negatif internet.

Langkah ini dianggap relevan karena anak-anak lebih sering berinteraksi dengan tenaga kesehatan dibanding sistem pengawasan digital formal.

Pakar keamanan anak dari Virtual College, Mary-Ann Round, menegaskan bahwa anak muda tidak hanya sekadar menggunakan media sosial.

Pikiran mereka sedang dibentuk oleh algoritma, influencer, dan arus konten yang mungkin tidak pernah sepenuhnya terlihat oleh orang dewasa.

Round menambahkan, jika profesional kesehatan mulai rutin menanyakan penggunaan media sosial kepada pasien muda, hal itu dapat membantu mengungkap skala paparan konten berbahaya yang selama ini tidak terdeteksi.

>>> ADIGSI dan CREST International Jalin Kerja Sama Perkuat Keamanan Siber Indonesia

Pengawasan digital pada akhirnya berfungsi memastikan ruang digital aman bagi tumbuh kembang anak.