Sebuah survei terbaru mengungkap kesenjangan besar antara kekhawatiran orang tua dan tindakan nyata dalam mengawasi aktivitas digital anak.

Hanya 1 dari 10 orang tua yang benar-benar memantau penggunaan internet anak mereka.

>>> XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem untuk Perkuat Transformasi Digital Enterprise

Riset yang dilakukan Virtual College dan diterbitkan Advanced Television ini menunjukkan bahwa ancaman konten berbahaya di internet terus meningkat.

Namun, sebagian besar orang tua belum aktif memantau aktivitas digital anak-anak mereka.

Data survei juga mengungkap bahwa 1 dari 5 orang tua milenial berusia 25 hingga 34 tahun menganggap aman jika anak membagikan foto diri secara online.

Padahal, platform digital modern dirancang dengan algoritma yang terus menarik perhatian pengguna secara intens.

Anak-anak saat ini tidak lagi sekadar menjelajahi internet secara pasif.

Mereka berinteraksi langsung dengan para influencer yang membentuk cara pandang mereka, dan arus konten yang cepat sering luput dari pantauan orang dewasa.

Temuan Utama Survei

Virtual College memaparkan sejumlah temuan terkait dampak paparan dunia maya pada anak.

Sebanyak 13 persen orang tua melaporkan anak mereka pernah terpapar konten yang mendorong perbandingan tidak sehat atau memicu masalah citra tubuh.

10 persen orang tua mengaku anak mereka pernah menjadi korban perundungan siber dan komentar negatif.

>>> Kenaikan Harga Memori Global Ubah Peta Persaingan Chipset Smartphone

Sementara itu, 1 dari 10 orang tua dari semua kelompok usia sama sekali tidak memantau penggunaan internet anak.

Bahaya laten internet sering muncul dalam bentuk yang sulit dikenali secara langsung. Standar kecantikan tidak realistis hingga komentar merendahkan dapat merusak kesehatan mental anak tanpa disadari orang tua.