Manajemen juga mematok target valuasi aset yang akan diakuisisi di bawah 2 hingga 3 dolar AS per BOE per cadangan 2P.

Total produksi migas ENRG sepanjang 2025 turun 3,7 persen secara tahunan menjadi 44,5 MBOEPD karena menurunnya produksi gas di Blok Kangean.

Namun, produksi minyak bumi perseroan naik 2,5 persen secara tahunan menjadi 8,3 MBOPD.

Kenaikan itu ditopang akuisisi tiga blok produktif: Blok Siak, Blok Kampar, dan penambahan porsi kepemilikan di Blok Kangean.

Memasuki 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan produksi minyak bumi 10 hingga 15 persen secara tahunan.

Target tersebut mengandalkan tambahan pasokan dari Blok Malacca yang telah berproduksi sejak Maret 2026, menyumbang sekitar 1 hingga 1,5 MBOPD.

>>> Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax 32% Jadi Rp16.250 per Liter

Proyek Blok Bentu yang direncanakan mulai berproduksi pada semester II-2026 diproyeksikan memberi tambahan produksi minyak sekitar 1,5 hingga 2,5 MBOPD.