Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Abadi Blok Masela pada Kamis (16/7/2026).

Proyek ini mandek sejak 1998.

>>> Cara Daftar Magang Kemnaker Batch I 2026, Syarat, dan Jadwal Lengkap

Blok Masela berlokasi di Laut Arafura, sekitar 150 kilometer di selatan Pulau Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Operatornya adalah INPEX asal Jepang melalui anak usahanya INPEX Masela, Ltd.

INPEX memegang hak partisipasi 65 persen, sementara PT Pertamina Hulu Energi 20 persen dan Petronas Masela Sdn. Bhd.

15 persen. Shell sempat menjadi mitra, tetapi kemudian melepas kepemilikannya dan digantikan Pertamina serta Petronas pada Oktober 2023.

Investasi dan Target Produksi

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut investasi proyek ini mencapai US$20,94 miliar atau sekitar Rp378 triliun.

>>> Pemenang Logo HUT ke-81 RI: Talenta Daerah Mampu Bersaing di Proyek Nasional

Proyek ini menyerap sekitar 12.611 tenaga kerja pada fase development.

Setelah beroperasi, Blok Masela diperkirakan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 35 ribu barel kondensat per hari, dan 150 juta kaki kubik gas alam per hari.

Proyek ini juga mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage (CCS).

>>> Messi Bidik Rekor Gila Legenda Brasil di Final Piala Dunia 2026

Rencana pengembangan awal disetujui pemerintah pada 2019, lalu konsep diubah besar-besaran dan revisinya disetujui pada 2023. Pemerintah menargetkan produksi pada 2029-2030 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.