PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berhasil meminimalkan dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam operasional bisnisnya.

Kepastian rantai pasok menjadi kunci perusahaan dalam menjaga stabilitas pengeluaran di tengah gejolak kurs.

>>> India Salip Jerman Jadi Produsen Mobil Penumpang Terbesar Ketiga Dunia

Langkah mitigasi ini membuat perseroan belum merasakan konsekuensi negatif yang berarti bagi keuangan mereka.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Industri, fluktuasi mata uang asing umumnya menjadi hambatan besar karena memicu pembengkakan biaya produksi serta pengeluaran manufaktur secara makro.

Pihak manajemen menyatakan bahwa kebijakan internal telah mengamankan posisi anggaran perusahaan dari volatilitas pasar global saat ini.

Kenaikan harga bahan baku utama yang terjadi di pasar tidak langsung mengganggu proyek yang sedang berjalan.

Kunci Harga Supplier dan Kontrak Jual

"Saat kita memulai satu proyek, kita sudah mengunci kuantitas dan harganya dengan supplier," ujar Direktur PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Linda Kusumo dalam keterangan virtual, Kamis (11/6/2026).

>>> Kementerian PU Ajukan Tambahan Anggaran Rp121 Triliun untuk 2027

Linda menjelaskan bahwa situasi makroekonomi tersebut merupakan tantangan eksternal yang tidak dapat dihindari oleh pelaku industri.

Kendati demikian, kesepakatan nilai jual di tingkat konsumen yang telah ditandatangani dalam kontrak kerja sama menjadi pelindung bagi margin laba perseroan.

"Tidak terlalu ada impact ke cost ratio," kata Linda.

Guna menjaga fokus performa keuangan, emiten berkode saham CBDK ini juga memilih untuk bersikap konservatif dalam pengembangan jaringan.

>>> Gagal Masuk AS, Wasit Omar Abdulkadir Artan Batal Pimpin Piala Dunia 2026

PT Bangun Kosambi Sukses memutuskan tidak merealisasikan ekspansi bisnis baru pada tahun ini demi memaksimalkan penyerapan produk yang telah dipasarkan.