Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, kehilangan kesempatan untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 setelah dilarang memasuki Amerika Serikat.

Pembatalan izin masuk bagi wasit yang dianggap sebagai pahlawan olahraga di Afrika ini menjadi catatan kelam dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.

>>> Raffi Ahmad Bantah Keras Tuduhan Penyelundupan Barang Elektronik

Padahal, namanya telah tercantum dalam daftar final pengadil lapangan pilihan FIFA.

Sebelum dicoret, Artan dijadwalkan terbang ke Miami untuk mengikuti pemusatan latihan intensif. Setelah gagal, ia kembali ke Mogadishu dan disambut hangat masyarakat setempat.

Rekam jejak Artan sangat cemerlang.

Ia menjadi orang Somalia pertama yang memimpin laga Piala Afrika pada Januari 2024, kemudian memimpin final Liga Champions Afrika di Maroko pada Mei, dan terpilih sebagai wasit pria terbaik Afrika pada 2025.

Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan Artan tidak memenuhi kriteria kelayakan masuk setelah pemeriksaan berkas, sehingga visa ditolak.

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pencekalan terjadi karena Artan diduga memiliki hubungan dengan anggota organisasi teror.

>>> PT Summarecon Agung Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp82,54 Miliar

Namun, banyak otoritas di Somalia menduga kasus ini merupakan dampak dari regulasi imigrasi era Donald Trump yang membatasi warga dari puluhan negara.

Langkah kontroversial ini memicu protes keras dari penggemar sepak bola di media sosial. Publik mulai meragukan kesiapan AS dalam menyelenggarakan Piala Dunia.

Sikap Netral FIFA dan Ketahanan Sepak Bola Somalia

FIFA mengambil posisi netral dengan menyatakan urusan imigrasi berada di luar kewenangan mereka dan menegaskan otoritas pemerintah lokal dalam pemberian visa.

Meski kecewa, sepak bola Somalia tetap menunjukkan tren positif.

Federasi Sepak Bola Somalia konsisten menjalankan 22 kompetisi tahunan dari akademi hingga Liga Utama yang melibatkan 12 klub profesional.

>>> Prabowo Setujui Investasi Energi Terbarukan Kalla Group Rp 60-70 Triliun

Kebangkitan olahraga di Somalia juga ditunjukkan dengan renovasi besar Stadion Mogadishu yang kini berkapasitas 65.000 penonton.