Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, membantah keras tuduhan keterlibatan dalam kasus dugaan penyelundupan barang elektronik ilegal perusahaan Blueray.

Kasus tersebut saat ini sedang disidangkan di Lampung.

>>> PT Summarecon Agung Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp82,54 Miliar

Klarifikasi disampaikan Raffi dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/6/2026).

Suami Nagita Slavina ini menegaskan langkah tegas diambil karena ia merasa memiliki beban moral menjaga kehormatan institusi pemerintahan yang kini diembannya.

Berbeda dengan sikap santainya di masa lalu saat menghadapi isu miring, Raffi kini merasa perlu meluruskan tuduhan yang dinilai tidak benar.

"Maksudnya tuh mungkin saya santai itu karena, dulu saya tidak atau belum diberikan amanah sebagai Utusan Khusus Presiden.

Saat sekarang, karena ada amanah ini, rasa-rasanya kalau sesuatu bola liar ini kepada diri saya ataupun kepada nanti instansi yang saya diberikan amanah ini jadi bola liar, rasa-rasanya saya perlu untuk meluruskan hal yang tidak benar ini seluruh-seluruhnya," kata Raffi.

Sebelum terseret kasus Blueray, Raffi sudah berulang kali diterpa isu negatif, termasuk tuduhan pencucian uang dan masalah Bea Cukai.

"Hidup itu adalah pilihan. Setiap langkah yang saya pilih saya sudah tahu konsekuensinya A B C D E F G.

>>> Prabowo Setujui Investasi Energi Terbarukan Kalla Group Rp 60-70 Triliun

Saya sebagai laki-laki jantan yang sudah diterpa, saya dari kecil hidup sendiri, ayah saya sudah meninggal, saya membesarkan adik-adik saya sama ibu saya," tegas Raffi.

Ayah tiga anak ini menilai pasang surut dan tekanan fitnah dalam karier di hiburan maupun pemerintahan adalah bagian dari risiko kehidupan yang menuntut kekuatan mental.

"Hidup itu kadang kita bahagia, kadang kita senang, kadang kita dipuji, kadang kita difitnah. Itu adalah bagian dari kehidupan kita.

Jadi apa pun itu satu hal: kalau kita tidak salah kita tidak perlu takut," ujar Raffi.

Meski namanya didiskreditkan, Raffi mengaku telah memaafkan para pelaku fitnah dan memilih fokus menjalankan tugas negara.

"Saat ada orang yang jahat sama kita, saat ada orang yang memfitnah sama kita kalau itu tidak benar pun sebelum mereka minta maaf saya sudah memaafkan mereka duluan," pungkas Raffi.

>>> Penguatan Indeks Dolar AS Dorong Minat Investasi Reksadana USD

Untuk pembuktian hukum atas tuduhan transaksi ilegal, Raffi menyerahkan penanganan perkara kepada tim pengacaranya.