Peta kekuatan industri otomotif global mengalami perubahan signifikan.

India kini sukses mengambil alih posisi Jerman sebagai produsen mobil penumpang terbesar ketiga di dunia pada tahun lalu.

>>> Kementerian PU Ajukan Tambahan Anggaran Rp121 Triliun untuk 2027

Berdasarkan data Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor (OICA), volume produksi kendaraan penumpang di India menyentuh angka 5,4 juta unit sepanjang tahun 2025.

Pencapaian tersebut menempatkan Negeri Anak Benua berada tepat di bawah China dan Jepang.

China masih memimpin pasar global dengan total produksi 30,3 juta unit, disusul Jepang di tempat kedua dengan 7,2 juta unit.

Sementara itu, Jerman harus rela turun ke peringkat keempat dengan catatan produksi sebanyak 4,1 juta unit.

Posisi kelima ditempati oleh Korea Selatan yang mengumpulkan angka produksi sebesar 3,8 juta unit.

Pertumbuhan Agresif India

Laju pertumbuhan industri roda empat di India tercatat sebagai yang paling agresif di antara lima kekuatan otomotif utama.

Jika dibandingkan dengan data tahun 2019, performa manufaktur kendaraan penumpang India melesat hingga 48 persen.

Pertumbuhan tajam tersebut melampaui performa China yang tumbuh 42 persen serta Korea Selatan yang hanya naik 6 persen pada periode yang sama.

Kondisi sebaliknya justru membayangi para produsen otomotif konvensional yang terus mengalami penurunan output. Manufaktur Jerman merosot 11 persen, sedangkan Jepang mengalami penyusutan sebesar 14 persen.

>>> Gagal Masuk AS, Wasit Omar Abdulkadir Artan Batal Pimpin Piala Dunia 2026

Penurunan paling drastik dialami oleh Amerika Serikat yang anjlok hingga 49 persen dengan total produksi hanya 1,3 juta unit.

Tren negatif ini juga menimpa Prancis dan Meksiko yang turun 36 persen, serta Spanyol yang terkoreksi 20 persen.