Perubahan besar hampir tidak pernah terjadi secara mendadak. Yang berubah terlebih dahulu adalah struktur yang menopang dunia itu sendiri.

Guru Besar Kehormatan Bioteknologi Farmasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Raymond R.

>>> Timnas Kriket Putri Indonesia Lolos ke Semifinal ACC Women's Premier Cup 2026

Tjandrawinata, menjelaskan bahwa krisis hanyalah permukaan dari tekanan struktural yang telah lama bergerak di dalam sistem.

Berangkat dari pengamatan tersebut, ia memperkenalkan kerangka baru untuk membaca perubahan dunia melalui buku berjudul System Shift: Reading the World as Structure in Motion.

Menurut Prof. Raymond, manusia sering terlambat memahami perubahan karena terlalu fokus pada peristiwa, sementara struktur yang melahirkan peristiwa itu sendiri jarang dibaca secara utuh.

"Konflik geopolitik, disrupsi ekonomi, ketidakstabilan institusi, hingga perubahan sosial yang tampak mendadak sebenarnya merupakan hasil dari akumulasi tekanan yang berlangsung perlahan di dalam sistem," ujarnya.

Cara berpikir dalam System Shift tidak lahir secara terpisah dari dunia sains.

Pendekatan berbasis sistem telah lama menjadi bagian dari proses riset biomedis, terutama dalam memahami kompleksitas biologis dan merancang inovasi jangka panjang.

"Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi refleksi yang lebih luas mengenai bagaimana sistem bekerja, berubah, dan mengalami tekanan dalam skala global," papar Prof. Raymond.

Dari Riset Farmasi ke Pembacaan Global

Selama lebih dari dua dekade, nama Prof. Raymond dikenal luas di dunia riset farmasi dan bioteknologi Indonesia.

Ia merupakan salah satu tokoh utama di balik pengembangan Obat Modern Alami Integratif (OMAI) melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS).

Pusat riset Dexa Group itu sejak berdiri pada 2005 telah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah dan puluhan paten di bidang biomedis.