BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Cicilan KPR Berpotensi Semakin Mahal
CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda juga mengatakan dampak kenaikan BI Rate tidak langsung dirasakan. Menurutnya, dampak mulai terasa 3-5 bulan ke depan.
Perbankan berpeluang menaikkan suku bunga sehingga cicilan KPR semakin mahal.
Hal ini dinilai akan mempengaruhi minat masyarakat untuk mengambil KPR. Setiap kenaikan 1-2 persen bunga akan menurunkan pangsa pasar KPR 4-5 persen.
>>> Kemenkop Alihkan Fokus Koperasi Desa ke Penguatan Operasional
"Kenaikan ini akan membuat cicilan KPR bertambah, sementara itu akan juga menurunkan minat konsumen untuk menggunakan KPR," kata Ali.
Ia memperkirakan kondisi ini bisa menambah besaran cicilan KPR sekitar Rp350.000-500.000 per bulan, tergantung jangka waktu KPR yang diambil.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menambahkan, dampak finansial yang nyata umumnya baru terasa dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah BI Rate diumumkan.
Pada saat itu, bank baru mulai melakukan penyesuaian bunga kredit.
"Kalau di sektor properti dampaknya terhadap penjualan biasanya baru terlihat beberapa bulan kemudian karena proses pembelian rumah itu kan memerlukan waktu yang relatif panjang," ujar Ferry.
Masyarakat menjadi lebih selektif dalam mengambil keputusan, terutama untuk pembiayaan jangka panjang. Calon pembeli juga menyesuaikan target harga rumah yang ingin dibeli agar cicilan terjangkau.
"Sebagian lainnya mungkin menunda pembelian sampai kondisi ekonomi dan suku bunga jadi lebih stabil," katanya.
Meski demikian, Ferry mengatakan masyarakat sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir terhadap kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin karena pengaruhnya tidak terlalu signifikan.
Namun, masyarakat perlu memastikan cicilan yang dibayarkan berada pada level yang sehat terhadap pendapatan bulanan.
Ia menyarankan calon pembeli membandingkan berbagai program KPR yang ditawarkan oleh berbagai bank, termasuk memperhatikan fasilitas fixed rate yang lebih panjang.
Calon pembeli juga dapat mencari tahu program promosi dari pengembang dan membayar uang muka besar agar cicilan KPR lebih ringan.
>>> World Bank Soroti Langkah Bank Indonesia Redam Volatilitas Rupiah
"Sementara bagi masyarakat yang masih dalam tahap perencanaan, momentum ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat uang muka, down payment kalau memang mereka punya dana," tuturnya.
Update Terbaru
Partai Hanura Bantah Miliki Yayasan Pengelola Makan Bergizi Gratis
Kamis / 11-06-2026, 18:28 WIB
KB Bank Sesuaikan Bunga Kredit UMKM Secara Bertahap
Kamis / 11-06-2026, 18:28 WIB
Bambang Ismawan Resmi Jabat Dirut PT Bukit Asam Gantikan Arsal Ismail
Kamis / 11-06-2026, 18:28 WIB
Pemerintah Buka Peluang Tutup SPPG untuk Benahi Program Makan Bergizi Gratis
Kamis / 11-06-2026, 18:28 WIB
Timnas Spanyol Percaya Diri Hadapi Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:28 WIB
Dua Siswa SMA Surabaya Minta Maaf Usai Rekam Video Pribadi Perempuan untuk Dijual
Kamis / 11-06-2026, 18:28 WIB
48 Kode Redeem FF Terbaru 11 Juni 2026: Bocoran Elite Pass Golden dan Diskon 90%
Kamis / 11-06-2026, 18:27 WIB
PTBA Alokasikan Dividen Rp1,3 Triliun dari Laba Bersih 2025
Kamis / 11-06-2026, 18:26 WIB
Militer Israel Desak Warga Tyre Lebanon Segera Mengungsi
Kamis / 11-06-2026, 18:26 WIB
Kenaikan Suku Bunga Bikin Investor Selektif, Pasar Obligasi Korporasi Tetap Bertahan
Kamis / 11-06-2026, 18:25 WIB
VW ID.Era 8X: SUV Listrik dengan Mesin 1.5 Turbo sebagai Range Extender
Kamis / 11-06-2026, 18:25 WIB
Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola Malam Ini: Laga Uji Coba Internasional dan AFF U-19
Kamis / 11-06-2026, 18:24 WIB
Goodyear Indonesia Minta Percepatan Sertifikasi SNI Pabrik di Jerman, Turki, dan China
Kamis / 11-06-2026, 18:24 WIB
Declan Rice Abaikan Sengatan Matahari demi Fokus Piala Dunia
Kamis / 11-06-2026, 18:24 WIB






