CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda juga mengatakan dampak kenaikan BI Rate tidak langsung dirasakan. Menurutnya, dampak mulai terasa 3-5 bulan ke depan.

Perbankan berpeluang menaikkan suku bunga sehingga cicilan KPR semakin mahal.

Hal ini dinilai akan mempengaruhi minat masyarakat untuk mengambil KPR. Setiap kenaikan 1-2 persen bunga akan menurunkan pangsa pasar KPR 4-5 persen.

>>> Kemenkop Alihkan Fokus Koperasi Desa ke Penguatan Operasional

"Kenaikan ini akan membuat cicilan KPR bertambah, sementara itu akan juga menurunkan minat konsumen untuk menggunakan KPR," kata Ali.

Ia memperkirakan kondisi ini bisa menambah besaran cicilan KPR sekitar Rp350.000-500.000 per bulan, tergantung jangka waktu KPR yang diambil.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menambahkan, dampak finansial yang nyata umumnya baru terasa dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah BI Rate diumumkan.

Pada saat itu, bank baru mulai melakukan penyesuaian bunga kredit.

"Kalau di sektor properti dampaknya terhadap penjualan biasanya baru terlihat beberapa bulan kemudian karena proses pembelian rumah itu kan memerlukan waktu yang relatif panjang," ujar Ferry.

Masyarakat menjadi lebih selektif dalam mengambil keputusan, terutama untuk pembiayaan jangka panjang. Calon pembeli juga menyesuaikan target harga rumah yang ingin dibeli agar cicilan terjangkau.

"Sebagian lainnya mungkin menunda pembelian sampai kondisi ekonomi dan suku bunga jadi lebih stabil," katanya.

Meski demikian, Ferry mengatakan masyarakat sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir terhadap kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin karena pengaruhnya tidak terlalu signifikan.

Namun, masyarakat perlu memastikan cicilan yang dibayarkan berada pada level yang sehat terhadap pendapatan bulanan.

Ia menyarankan calon pembeli membandingkan berbagai program KPR yang ditawarkan oleh berbagai bank, termasuk memperhatikan fasilitas fixed rate yang lebih panjang.

Calon pembeli juga dapat mencari tahu program promosi dari pengembang dan membayar uang muka besar agar cicilan KPR lebih ringan.

>>> World Bank Soroti Langkah Bank Indonesia Redam Volatilitas Rupiah

"Sementara bagi masyarakat yang masih dalam tahap perencanaan, momentum ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat uang muka, down payment kalau memang mereka punya dana," tuturnya.