World Bank Soroti Langkah Bank Indonesia Redam Volatilitas Rupiah
Langkah Bank Indonesia (BI) dalam meredam volatilitas rupiah mendapat sorotan dari World Bank. Hal itu tertuang dalam laporan terbaru bertajuk Managing Risks, Unlocking Productivity.
World Bank menyebut BI telah menerapkan berbagai kebijakan konvensional. Di antaranya kenaikan suku bunga acuan dan intervensi langsung menggunakan cadangan devisa.
>>> Ribuan Motor Listrik Emmo untuk MBG Terbengkalai di Sentul
Selain itu, BI juga menerapkan strategi non-konvensional. Otoritas moneter membatasi pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung maksimal US$25.000 per bulan.
BI juga menggandakan batas transaksi forward dan swap penjualan dolar AS menjadi US$10 juta.
Operasi moneter valas diperluas hingga mencakup transaksi spot dan swap renminbi China di pasar offshore.
Aturan transaksi valas non-deliverable forward (NDF) juga dilonggarkan. Kebijakan ini membolehkan dealer utama menjual transaksi terhadap rupiah.
Pengetatan aturan devisa hasil ekspor (DHE) menjadi langkah lain.
Mulai Juni 2026, eksportir sumber daya alam wajib menempatkan seluruh DHE di bank milik negara minimal satu tahun.
Kebijakan ini merevisi aturan sebelumnya yang memperbolehkan eksportir menyimpan dana di seluruh bank komersial.
"Langkah-langkah tersebut bertujuan memperkuat pengawasan transaksi lintas batas dan mendukung likuiditas valas. Namun, efektivitasnya masih belum pasti," tulis World Bank.
>>> PSSI Ancam Blacklist Suporter yang Intimidasi Beckham Putra di SUGBK
World Bank menilai pengalaman internasional menunjukkan kewajiban penempatan devisa sering sulit ditegakkan. Hasil kebijakan serupa di berbagai negara cenderung beragam dan umumnya hanya bersifat sementara.
Laporan itu juga mencatat penerbitan kembali Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada awal 2026.
Instrumen dengan imbal hasil tinggi untuk investor asing ini sukses menarik modal masuk sekitar 0,5% terhadap PDB.
Update Terbaru
Pasien Gagal Ginjal Kronis Asal Palu Sembuh Pascatransplantasi
Kamis / 11-06-2026, 17:05 WIB
KAI Integrasikan Stasiun Gambir dengan KRL Commuter Line dalam Dua Tahun
Kamis / 11-06-2026, 17:04 WIB
Razer Game Services Rilis Legend of Aoqi, Game RPG Koleksi Spirit
Kamis / 11-06-2026, 17:04 WIB
Razer Game Services Resmi Rilis Legend of Aoqi di Tiga Platform
Kamis / 11-06-2026, 17:04 WIB
Harga Emas Antam 11 Juni 2026 Anjlok Rp 24.000 Per Gram
Kamis / 11-06-2026, 17:04 WIB
PTBA Setujui Dividen Rp1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:02 WIB
Energi Mega Persada Tetapkan Harga Rights Issue Rp310 per Saham
Kamis / 11-06-2026, 17:02 WIB
Xavi Hernandez dan Barcelona Makin Panas Akibat Larangan Bela Tim Legends
Kamis / 11-06-2026, 17:01 WIB
Alpha School AS Gantikan Peran Guru dengan Platform AI
Kamis / 11-06-2026, 17:00 WIB
Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax 32% Jadi Rp16.250 per Liter
Kamis / 11-06-2026, 16:57 WIB
Ade Jona Prasetyo Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BPP Hipmi
Kamis / 11-06-2026, 16:57 WIB
Jemaah Haji Padati Pabrik Parfum Legendaris Al&Qurashi di Taif
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
BOYNEXTDOOR dan RESCENE Tembus Chart Melon Top 100 Pekan Ini
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Rekor Buruk Semifinal Jelang Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB






