Fasilitas perakitan dan penyimpanan milik Emmo Electric Mobility di kawasan Bogorindo, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpantau lengang.

Kompleks yang menjadi pusat perhatian terkait pengadaan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak menunjukkan adanya aktivitas produksi maupun distribusi logistik.

>>> PSSI Ancam Blacklist Suporter yang Intimidasi Beckham Putra di SUGBK

Kondisi di lapangan menunjukkan ribuan unit motor listrik masih tersimpan di area terbuka di balik pagar yang tertutup rapat.

Sebagian unit kendaraan baru tersebut tampak berjejer rapi dengan bungkus plastik pelindung, sementara sebagian lainnya ditutupi terpal serta jaring hitam.

Deretan kendaraan roda dua ini diparkir memanjang mengikuti dinding pembatas kawasan industri.

Pada bagian belakang kompleks, hamparan jaring peneduh yang luas menutupi komponen stang, panel instrumen, dan bodi motor yang masih terbungkus plastik pabrik.

Seluruh unit motor listrik tersebut telah dilengkapi dengan stripping yang memuat logo MBG pada bagian sisinya.

Tumpukan daun kering di atas penutup kendaraan mengindikasikan bahwa ribuan motor ini telah berada di lokasi penyimpanan dalam waktu yang cukup lama.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U19: Indonesia vs Australia 11 Juni 2026

Gerbang fasilitas tetap tertutup rapat tanpa adanya pergerakan pekerja atau kendaraan pengangkut yang keluar masuk kawasan.

Keberadaan armada ini memicu perhatian publik setelah mencuatnya polemik mengenai proses pengadaan kendaraan operasional untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Merek Emmo sebelumnya disiapkan sebagai salah satu kendaraan pendukung operasional program tersebut.

Namun, prosesnya kemudian menuai kontroversi setelah muncul dugaan penyimpangan dalam mekanisme pengadaan dan jalur distribusi.

Total pengadaan kendaraan yang mencakup model JVX Max dan JVX GT ini dilaporkan mencapai nilai lebih dari Rp 1 triliun untuk total 21.800 unit.

>>> Mengelola Stres Berdasarkan Karakter Zodiak, dari Aries hingga Pisces

Aparat penegak hukum kini mulai menelusuri proses pengadaan tersebut, yang membuat nasib ribuan motor listrik siap pakai ini menjadi tanda tanya.