"Imbal hasil SRBI tenor satu tahun meningkat dari 4,9% menjadi 6,8% sepanjang Januari-Mei. Meski termasuk operasi pasar terbuka, instrumen ini menimbulkan biaya pada neraca BI."

World Bank mencatat total outstanding SRBI hingga Mei telah mencapai hampir 4,0% dari PDB. Jumlah itu sudah mencakup kalkulasi pembayaran bunga yang akan jatuh tempo.

Tekanan terhadap nilai tukar dinilai memperbesar trade-off yang dihadapi BI. Intervensi membantu meredam volatilitas, namun menguras cadangan devisa dari posisi puncaknya.

"Meskipun cadangan devisa masih memadai, volatilitas arus modal, meningkatnya kebutuhan impor minyak, dan tingginya permintaan valas berpotensi mempersempit ruang intervensi jika sentimen risiko global memburuk," kata World Bank.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U19: Indonesia vs Australia 11 Juni 2026

World Bank menekankan pentingnya kredibilitas kebijakan makroekonomi dan fiskal. Komunikasi yang jelas serta instrumen pengelolaan valas yang transparan harus diutamakan agar tidak menggerus kepercayaan investor.