Kemenkop Alihkan Fokus Koperasi Desa ke Penguatan Operasional
Kementerian Koperasi mengalihkan fokus program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dari target kuantitas pembangunan fisik ke arah penguatan operasional dan keberlanjutan usaha.
Pergeseran strategi ini dilakukan demi memastikan efektivitas fungsi ekonomi koperasi bagi masyarakat setempat pada Kamis (11/6/2026).
>>> World Bank Soroti Langkah Bank Indonesia Redam Volatilitas Rupiah
Langkah penyesuaian target ini diambil setelah pemerintah menemui kendala pengadaan lahan di berbagai daerah.
Pemerintah kini memutuskan untuk membatasi pembangunan jangka pendek menjadi 40.000 titik dari target awal sebesar 80.000 lokasi.
Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan
"Kami sudah menyampaikan kepada Presiden bahwa pelaksanaannya akan dilakukan bertahap.
Untuk sementara kami fokus pada sekitar 40.000 titik yang dinilai lebih realistis untuk dikembangkan," ujar Ferry Juliantono, Menteri Koperasi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI.
Secara kelembagaan, saat ini tercatat ada sekitar 83.000 titik koperasi yang sudah terbentuk.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.533 unit fisik bangunan telah rampung, 22.737 unit dalam tahap konstruksi, dan lahan untuk 35.000 titik lainnya sudah terverifikasi.
>>> Ribuan Motor Listrik Emmo untuk MBG Terbengkalai di Sentul
"Kami sedang memasuki tahap pembelajaran operasional.
Yang terpenting saat ini bukan hanya membangun gedung, tetapi memastikan koperasi bisa berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," kata Ferry Juliantono.
Koperasi ini dirancang untuk menjalankan fungsi ganda, yakni sebagai jaringan distribusi kebutuhan pokok dan komoditas bersubsidi, sekaligus menjadi penyerap hasil produksi desa di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga kerajinan.
"Pendekatan ke depan harus lebih kualitatif. Feasibility study menjadi aspek yang sangat penting agar koperasi benar-benar bisa berjalan secara berkelanjutan," ujar Ferry Juliantono.
Pemerintah kini melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan, serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk memvalidasi pembangunan fisik yang berjalan.
Uji coba operasional juga telah dimulai, salah satunya terhadap 1.061 unit koperasi di Kabupaten Bandung.
>>> PSSI Ancam Blacklist Suporter yang Intimidasi Beckham Putra di SUGBK
"Indikator keberhasilannya sederhana, harga barang harus lebih terjangkau dan akses pembiayaan menjadi lebih mudah dengan bunga yang rendah," kata Ferry Juliantono.
Update Terbaru
PTBA Setujui Dividen Rp1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:02 WIB
Energi Mega Persada Tetapkan Harga Rights Issue Rp310 per Saham
Kamis / 11-06-2026, 17:02 WIB
Xavi Hernandez dan Barcelona Makin Panas Akibat Larangan Bela Tim Legends
Kamis / 11-06-2026, 17:01 WIB
Alpha School AS Gantikan Peran Guru dengan Platform AI
Kamis / 11-06-2026, 17:00 WIB
Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax 32% Jadi Rp16.250 per Liter
Kamis / 11-06-2026, 16:57 WIB
Ade Jona Prasetyo Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BPP Hipmi
Kamis / 11-06-2026, 16:57 WIB
Jemaah Haji Padati Pabrik Parfum Legendaris Al&Qurashi di Taif
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
BOYNEXTDOOR dan RESCENE Tembus Chart Melon Top 100 Pekan Ini
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Rekor Buruk Semifinal Jelang Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
PT Suryacipta Swadaya Mulai Bangun Smartpolitan Building di Subang
Kamis / 11-06-2026, 16:53 WIB
Timnas Meksiko Hadapi Afrika Selatan pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 16:53 WIB
ADIGSI dan CREST International Jalin Kerja Sama Perkuat Keamanan Siber Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 16:53 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.988 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda
Kamis / 11-06-2026, 16:52 WIB
Kementerian ATR/BPN Usul Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk 2027
Kamis / 11-06-2026, 16:52 WIB






