Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkapkan tantangan terbesar dalam program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) adalah penyiapan lahan.

"Jadi salah satu kendala yang paling besar itu adalah kesiapan lahan.

>>> Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Jadi lahan 1.000 meter itu tidak gampang juga di daerah-daerah tertentu," ujar Yandri usai acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7).

Meski demikian, ia menyebut hampir 40 ribu lahan kini sudah siap dan sedang dalam proses pembangunan.

Targetnya, sebanyak 35.800 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia rampung pada Agustus 2026.

Yandri menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen mendukung pembangunan di daerah yang belum memiliki Kopdes Merah Putih. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

"Nanti akan secara bertahap, kontinu, akan terus dilakukan bagi desa-desa yang belum punya itu akan terus dilakukan pembangunan, terutama memang persiapan lahannya yang terus dimatangkan sekarang," jelasnya.

Kopdes Merah Putih Tak Matikan BUMDes dan Warung Kecil

Yandri juga menegaskan kehadiran Kopdes Merah Putih tidak akan mematikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan warung-warung kecil di desa.

Menurutnya, ketiganya akan saling berkolaborasi.

"Kementerian Desa, lahirnya koperasi Desa Merah Putih karena sudah ada Badan Usaha Milik desa, ada UMKM, ada warung-warung kecil.

>>> Jadwal Pembelian Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Dua Tahap

Insyaallah akan kita bangun kolaborasi yang luar biasa. Tidak akan ada saling meniadakan dan saling menjatuhkan," kata Yandri.

Ia menyoroti filosofi Bung Hatta untuk menggambarkan pentingnya peran Kopdes Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi desa.