Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan meraih keuntungan dari perannya sebagai penyalur tunggal barang bersubsidi pemerintah.

"Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu," kata Purbaya di Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta, Kamis (17/7).

>>> Wellnest Festival Vol. 2 2026 Hadir 21-22 Juli, Ada Hadiah Jutaan Rupiah

Ia menambahkan, "Jadi, harusnya dari situ saja Koperasi Desa Merah Putih sudah pasti untung. Asal enggak dikorupsi, harusnya sih aman."

Skema Pendanaan Kopdes

Purbaya mengungkapkan skema pendanaan kopdes melalui penganggaran Rp240 triliun hasil pinjaman pemerintah kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pokok dan bunga cicilannya dibayar oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.

"Mungkin setahun sekitar 40 triliun, sesuai dengan jumlah operasi yang beroperasi, koperasi yang beroperasi," katanya.

Dana tersebut dialokasikan sebagai modal operasional awal bagi ribuan unit kopdes di seluruh Indonesia.

>>> AS Pangkas Visa Pelajar Asing Maksimal 4 Tahun, Jurnalis Cuma 8 Bulan

Selain itu, negara juga membiayai gaji dan pelatihan pegawai koperasi selama 1,5 hingga 2 tahun pertama. Setelah itu, mereka diharapkan berjalan mandiri.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh barang subsidi disalurkan melalui Kopdes Merah Putih agar tepat sasaran dan mencegah penyimpangan distribusi.

"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus!"

tegas Prabowo dalam pidato Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7).

>>> Kota Tambang Wittenoom Dihapus dari Peta, 2.000 Orang Tewas Akibat Asbes

Prabowo menjelaskan setiap Kopdes nantinya tidak hanya melayani simpan pinjam, tetapi juga menyediakan toko sembako, apotek desa, gudang logistik, dan cold storage.