Sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi dan jaringan, Moratelindo melalui berbagai lini bisnisnya melihat kebutuhan tersebut semakin nyata.

Permintaan terhadap kapasitas pusat data terus meningkat didorong oleh pertumbuhan layanan cloud, platform digital, streaming, e-commerce, hingga AI generatif.

Sebagian besar pemrosesan AI saat ini masih dilakukan di data center, menurut penjelasan Hendra.

>>> Ruben Onsu Peringatkan Pacar Sarwendah soal Interaksi dengan Anak

Namun ke depan, arsitektur AI diperkirakan akan semakin terdistribusi melalui pendekatan edge computing, yakni pemrosesan data yang dilakukan lebih dekat ke pengguna atau perangkat akhir.

Model tersebut memungkinkan respons yang lebih cepat karena data tidak selalu harus dikirim ke pusat data utama.

Dalam praktiknya, teknologi edge computing dapat diterapkan pada berbagai layanan seperti kendaraan pintar, sistem industri otomatis, layanan kesehatan digital, hingga aplikasi AI yang membutuhkan latensi rendah.

"AI saat ini masih banyak dipusatkan di data center, tetapi ke depan akan semakin terdistribusi. Use case akan semakin banyak dan kebutuhan infrastrukturnya juga berkembang," kata Hendra.

Perubahan pola pemrosesan data tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi operator jaringan dan penyedia data center.

Mereka tidak hanya dituntut menyediakan kapasitas yang lebih besar, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang lebih dekat dengan pengguna untuk mendukung layanan berbasis AI secara real-time.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar data center yang berkembang pesat di Asia Tenggara.

Pertumbuhan ekonomi digital nasional, meningkatnya penggunaan layanan cloud, serta kebijakan penempatan data di dalam negeri mendorong investasi baru di sektor pusat data.

Sejumlah operator global maupun lokal terus memperluas kapasitas fasilitas mereka di berbagai wilayah, terutama di Jakarta dan kawasan penyangga.

Selain kapasitas, efisiensi operasional juga menjadi fokus utama.

Penggunaan AI mulai diterapkan untuk membantu pengelolaan jaringan dan operasional infrastruktur.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau performa jaringan, mendeteksi gangguan lebih cepat, serta membantu proses pengecekan teknis yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Bagi MoraRepublic, perkembangan AI tidak hanya menciptakan kebutuhan baru terhadap data center, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

>>> Cara Nonton Piala Dunia 2026 via Folaplay dan MaxStream TV

Seiring bertambahnya jumlah aplikasi dan layanan berbasis AI, kebutuhan akan jaringan berkecepatan tinggi dan pusat data yang andal diperkirakan akan menjadi salah satu fondasi utama transformasi digital Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.