AI Generatif Dorong Lonjakan Permintaan Data Center di Indonesia
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif menjadi pendorong utama meningkatnya kebutuhan kapasitas data center di Indonesia.
Penggunaan AI yang semakin luas oleh masyarakat dan pelaku bisnis membuat infrastruktur digital, mulai dari jaringan internet hingga pusat data, diperkirakan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
>>> ZTE Raih Tiga Penghargaan Inovasi Jaringan AI di Selular Award 2026
Chief Network Officer MoraRepublic, Hendra Gunawan, menilai AI kini memiliki posisi serupa dengan internet saat pertama kali berkembang.
Teknologi tersebut tidak lagi dipandang sebagai fitur tambahan, melainkan bagian penting yang membantu aktivitas sehari-hari dan menciptakan kebutuhan digital baru di berbagai sektor.
Pemanfaatan model AI saat ini semakin luas karena mampu mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi, dan membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas dengan lebih mudah.
Kondisi tersebut pada akhirnya menciptakan permintaan baru terhadap kapasitas komputasi, jaringan, serta layanan data center yang menjadi fondasi utama operasional AI.
"AI digunakan untuk mempermudah keseharian.
Teknologi ini membantu mempercepat dan mempermudah berbagai aktivitas sehingga menciptakan demand baru terhadap infrastruktur digital," ujar Hendra Gunawan.
Dampak AI pada Industri Data Center
Lanskap industri data center global turut berubah akibat perkembangan AI generatif.
Berbeda dengan aplikasi digital konvensional, model AI membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih besar karena harus memproses data dalam jumlah masif secara real-time.
Kebutuhan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi listrik, kapasitas server, sistem pendingin, hingga konektivitas jaringan berkecepatan tinggi.
Di Indonesia, tantangan pengembangan data center tidak hanya berkaitan dengan kapasitas penyimpanan data.
Operator infrastruktur juga harus memastikan ketersediaan listrik yang stabil, efisiensi energi, sistem pendingin yang optimal, keamanan data, serta konektivitas jaringan yang mampu mendukung lalu lintas data yang terus bertambah.
Update Terbaru
PTBA Setujui Dividen Rp1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:02 WIB
Energi Mega Persada Tetapkan Harga Rights Issue Rp310 per Saham
Kamis / 11-06-2026, 17:02 WIB
Xavi Hernandez dan Barcelona Makin Panas Akibat Larangan Bela Tim Legends
Kamis / 11-06-2026, 17:01 WIB
Alpha School AS Gantikan Peran Guru dengan Platform AI
Kamis / 11-06-2026, 17:00 WIB
Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax 32% Jadi Rp16.250 per Liter
Kamis / 11-06-2026, 16:57 WIB
Ade Jona Prasetyo Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BPP Hipmi
Kamis / 11-06-2026, 16:57 WIB
Jemaah Haji Padati Pabrik Parfum Legendaris Al&Qurashi di Taif
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
BOYNEXTDOOR dan RESCENE Tembus Chart Melon Top 100 Pekan Ini
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Rekor Buruk Semifinal Jelang Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
PT Suryacipta Swadaya Mulai Bangun Smartpolitan Building di Subang
Kamis / 11-06-2026, 16:53 WIB
Timnas Meksiko Hadapi Afrika Selatan pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 16:53 WIB
ADIGSI dan CREST International Jalin Kerja Sama Perkuat Keamanan Siber Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 16:53 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.988 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda
Kamis / 11-06-2026, 16:52 WIB
Kementerian ATR/BPN Usul Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk 2027
Kamis / 11-06-2026, 16:52 WIB






