Bank Dunia: Ruang Fiskal Indonesia Tertekan hingga 2028
Ruang fiskal Indonesia diperkirakan akan terus tertekan dalam beberapa tahun ke depan.
Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026 menyebutkan defisit anggaran akan bertahan dekat dengan batas maksimal yang diizinkan undang-undang.
>>> BKN Wajibkan Aktivasi ASN Digital dan Multi-Factor Authentication
Lembaga keuangan internasional itu memproyeksikan defisit fiskal Indonesia mencapai 2,8% terhadap PDB pada 2026.
Angka tersebut diprediksi tidak berubah pada 2027, lalu turun tipis menjadi 2,7% pada 2028.
"Defisit fiskal tetap berada dekat dengan batas maksimum yang ditetapkan undang-undang dalam jangka menengah," tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut, dikutip Kamis (11/6/2026).
Penerimaan Negara Mulai Membaik
Meskipun defisit masih tinggi, pos penerimaan negara diperkirakan mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini didorong oleh berkurangnya beban restitusi pajak dan dampak positif reformasi administrasi perpajakan.
Dalam jangka pendek, harga komoditas ekspor utama Indonesia yang masih tinggi turut mendukung pendapatan negara.
>>> Harga Nikel Mulai Bangkit Akibat Perlambatan Produksi Indonesia
Komoditas seperti batu bara, LNG, nikel, emas, dan minyak sawit diproyeksikan memberi tambahan kontribusi bersih sekitar 0,4% terhadap PDB.
Namun, Bank Dunia mengingatkan adanya risiko dari melonjaknya beban pembayaran bunga utang.
Rasio pembayaran bunga terhadap total penerimaan negara diproyeksikan naik dari 18,7% pada 2025 menjadi 19,2% pada 2028.
Kondisi ini menandakan porsi pendapatan negara yang terserap untuk membayar bunga utang semakin membengkak.
>>> Menteri Koperasi Laporkan 12.533 Koperasi Desa Merah Putih Selesai Dibangun
Bank Dunia juga memperkirakan Indonesia akan mengalami defisit primer rata-rata 0,4% terhadap PDB selama 2026–2028.
Update Terbaru
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata saat HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 11-06-2026, 16:21 WIB
Kebakaran Bukit Sempana Meluas hingga 116 Hektare, Puluhan Pendaki Dievakuasi
Kamis / 11-06-2026, 16:21 WIB
Samsung Gelar Big Bespoke AI Fest, Cashback Hingga Rp 20.000
Kamis / 11-06-2026, 16:21 WIB
Kemenhaj Temukan Praktik Badal Haji Fiktif di Makkah
Kamis / 11-06-2026, 16:20 WIB
Tugure Edukasi Pelaku Usaha Garap Peluang Asuransi Logistik Nasional
Kamis / 11-06-2026, 16:20 WIB
DJP Catat 2,7 Juta Wajib Pajak Baru hingga Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 16:20 WIB
Kebakaran Bukit Sempana Meluas, 116 Hektare Lahan Hangus
Kamis / 11-06-2026, 16:20 WIB
Xlsmart dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Target 2,4 Juta Perempuan Melek Digital pada 2026
Kamis / 11-06-2026, 16:17 WIB
6 HP 3 Jutaan Terbaik 2026 untuk Gaming dengan Chip Kencang, Rekomendasi David Gadgetin
Kamis / 11-06-2026, 16:17 WIB
Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis dalam Sebulan
Kamis / 11-06-2026, 16:16 WIB
IESR Pertanyakan Penjelasan Gangguan Sistem Kelistrikan di Jawa
Kamis / 11-06-2026, 16:16 WIB
Marc Marquez Juarai MotoGP Hungaria 2026 Usai Operasi Bahu
Kamis / 11-06-2026, 16:16 WIB
Terminal Kijing Mulai Layani Bongkar Peti Kemas Perdana
Kamis / 11-06-2026, 16:16 WIB
System Shift: Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia ala Prof. Raymond
Kamis / 11-06-2026, 16:13 WIB






