Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menawarkan obligasi global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Target penghimpunan dana segar mencapai sekitar US$ 1 miliar.

Penawaran surat utang oleh Danantara Investment Management ini dibagi ke dalam dua pilihan tenor. Opsi yang tersedia adalah tenor lima tahun dan 10 tahun.

>>> Laba Bersih PT Nusa Palapa Gemilang Melonjak 45 Persen di 2025

Target perolehan dana dari masing-masing tenor dipatok sekitar US$ 500 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pendanaan global yang dijalankan lembaga investasi tersebut.

Danantara menetapkan panduan imbal hasil awal atau initial price guidance untuk menarik minat investor global.

Untuk obligasi bertenor lima tahun, imbal hasil yang ditawarkan berada di kisaran 5,70%.

Sementara bagi investor yang memilih tenor 10 tahun, panduan imbal hasil awal ditetapkan sekitar 6,30%. Penentuan angka ini disesuaikan dengan kondisi pasar keuangan internasional saat ini.

Tim Komunikasi Danantara Indonesia menjelaskan bahwa langkah Danantara Investment Management (DIM) mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan di pasar domestik maupun internasional.

Ini merupakan bagian dari pengelolaan permodalan yang terencana.

Aktivitas pembiayaan ini diklaim sebagai hal yang lazim dalam operasional institusi investasi profesional. Tujuannya adalah untuk menyokong pelaksanaan mandat investasi jangka panjang yang diemban institusi.

>>> Dokter Jantung Ungkap Gejala Angina pada Perempuan Sering Tidak Khas

"Setiap inisiatif pembiayaan tunduk pada proses tata kelola, persetujuan regulasi yang berlaku, serta kondisi pasar yang berlaku," kata mereka dalam jawaban tertulis kepada KONTAN, Kamis (11/6/2026).

Tujuan Penggunaan Dana dan Peringkat Obligasi

Dana yang terkumpul dari penerbitan obligasi ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan korporasi secara umum. Komponen pembiayaan mencakup pendanaan investasi baru serta pembiayaan kembali atau refinancing utang berjalan.

Penerbitan instrumen utang ini berjalan di bawah kerangka program Global Medium-Term Note (GMTN). Program tersebut memiliki total nilai plafon mencapai US$ 500 juta.

Surat utang global ini diproyeksikan akan mengantongi peringkat layak investasi atau investment grade.

Moody's diperkirakan memberi peringkat Baa2, sedangkan S&P Global Ratings serta Fitch Ratings memproyeksikan peringkat BBB.

Sejumlah lembaga keuangan internasional dan domestik ikut terlibat dalam mengawal jalannya transaksi ini.

>>> Minahasa Membangun Hebat Targetkan Pendapatan Rp88 Miliar Tahun 2026

Danantara mempercayakan posisi joint bookrunners sekaligus joint lead managers kepada Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered.